Jakarta|| Radarpost.id
Musisi Afrobeats asal Afrika, Mayour, bersama Smur Lee resmi memperkenalkan single kolaborasi terbaru mereka bertajuk Ikebe O’clock dalam acara peluncuran yang digelar di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (1/8/2026). Lagu tersebut menjadi langkah awal keduanya untuk memperluas pasar musik Afrobeats di Indonesia yang dinilai memiliki potensi besar.
Tak sekadar menghadirkan irama Afro yang enerjik, Ikebe O’clock juga membawa pesan tentang pentingnya perempuan mencintai diri sendiri dan tampil percaya diri. Usai diperkenalkan kepada publik, lagu tersebut kini sudah dapat dinikmati masyarakat melalui berbagai platform musik digital dan video streaming.
Mayour mengatakan, Indonesia dipilih sebagai negara untuk merilis Ikebe O’clock karena memiliki pasar musik yang luas dan terbuka terhadap warna musik baru.

“Lagu ini sebenarnya dibuat untuk menghargai para wanita supaya mereka bisa lebih percaya diri,” ujar Mayour saat peluncuran lagu tersebut.
Menurutnya, dibandingkan dengan Afrika yang menjadi rumah bagi musik Afrobeats, persaingan industri musik di sana sudah sangat ketat. Sementara itu, Indonesia dinilai masih memberikan ruang bagi genre tersebut untuk berkembang.
“Kami memilih Indonesia karena market musiknya masih sangat luas. Penduduknya banyak dan belum banyak penyanyi yang membawakan musik seperti ini. Di Afrika persaingannya jauh lebih ketat karena penyanyi Afrobeats sangat banyak. Indonesia menjadi kesempatan yang baik untuk memperkenalkan musik kami,” katanya.
Secara musikal, Ikebe O’clock memadukan dentuman perkusi khas Afrika dengan sentuhan street-pop modern yang menjadi ciri khas Mayour dan Smur Lee. Aransemen tersebut menghasilkan lagu yang enerjik sekaligus mudah dinikmati oleh berbagai kalangan pendengar.

Mayour berharap para penikmat musik tidak hanya menikmati irama lagunya, tetapi juga menangkap pesan positif yang ingin disampaikan melalui lirik.
“Saya ingin orang-orang mendengarkan lagu ini, menikmati beat-nya, dan merasakan energinya. Di balik musiknya, lagu ini membawa pesan bahwa perempuan itu cantik dan harus percaya diri,” tuturnya.
Di balik iramanya yang terdengar ringan, proses kreatif Ikebe O’clock ternyata tidak mudah. Mayour mengungkapkan dirinya harus berkali-kali menyesuaikan lirik dengan karakter ritme Afrobeats yang memiliki pola unik.
“Yang paling rumit adalah mencocokkan lirik dengan beat Afrobeats. Ritmenya sangat khas sehingga saya harus bolak-balik memastikan rimanya pas dan tetap enak didengar,” ungkapnya.
Mayour mengaku telah mengenal Indonesia selama hampir 10 tahun. Pengalaman tersebut membuatnya semakin yakin bahwa pendengar musik Tanah Air memiliki ketertarikan tinggi terhadap eksplorasi genre baru. Ia pun berharap Ikebe O’clock dapat menjadi pintu masuk bagi semakin dikenalnya musik Afrobeats di Indonesia.
Single Ikebe O’clock diproduseri Dannyblaze dan dirilis di bawah label Mayour Filmman Records. Video musiknya disutradarai Angger Pamungkas dengan Nadia Putri sebagai produser, serta melibatkan puluhan pekerja kreatif Indonesia, dan lagu tersebut sudah bisa dinikmati di YouTube Chanelnya @mayourofficial01.
Dengan semangat kolaborasi lintas budaya dan pesan positif yang diusung, Mayour optimistis Ikebe O’clock mampu mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia sekaligus memperkenalkan warna baru musik Afrobeats di industri musik nasional.













