Jakarta|| Radarpost.id
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong transformasi digital dalam pendidikan Islam menyusul rencana pendirian Universitas Islam berbasis teknologi siber yang diinisiasi Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI).
Hal tersebut disampaikan Menag saat menerima kunjungan Ketua Umum LPOI Said Aqiel Siradj bersama jajaran pengurus di Masjid Istiqlal, Senin.
Dalam pertemuan itu, LPOI memaparkan sejumlah agenda strategis, termasuk rencana pembentukan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) serta pendirian Universitas Islam Teknologi Siber. Saat ini, LPOI menghimpun 14 organisasi masyarakat Islam yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Menag mengapresiasi langkah LPOI dalam memperkuat kolaborasi antarormas Islam. Ia menilai sinergi tersebut menjadi kunci dalam membangun ekosistem umat yang lebih solid dan berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
“Ormas-ormas Islam harus bisa tumbuh dalam satu sistem yang kuat. Jika berkolaborasi, LPOI akan menjadi kekuatan besar,” ujar Menag.
Terkait rencana pendirian LAZIS, Menag menyatakan dukungannya, namun mengingatkan agar seluruh persyaratan administratif segera dipenuhi. Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan wakaf sebagai potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia.
Sementara itu, terkait pendirian universitas, Menag mendorong agar LPOI tidak hanya fokus pada konsep teknologi siber, melainkan mengembangkan institusi pendidikan tinggi dengan ragam program studi.
“Lebih baik langsung membentuk universitas yang komprehensif agar manfaatnya lebih luas bagi umat,” katanya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Agama Ismail Cawidu, Sekretaris LPOI Imam Pituduh, serta jajaran pengurus lainnya.
Langkah LPOI dalam menginisiasi universitas berbasis teknologi dinilai sejalan dengan kebutuhan pendidikan Islam yang adaptif terhadap era digital, sekaligus memperluas akses pembelajaran bagi masyarakat di berbagai daerah.













