Jakarta|| Radarpost.id
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (26/6/2026). Kehadiran fasilitas baru tersebut diharapkan memperkuat ekosistem riset, pembelajaran, hingga inovasi di lingkungan perguruan tinggi keagamaan Islam.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan peninjauan sejumlah fasilitas laboratorium. Acara turut dihadiri Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Zaenal Mustakim, jajaran pemerintah daerah, serta sivitas akademika kampus.
Dalam sambutannya, Nasaruddin menilai pembangunan laboratorium menjadi bagian penting dari transformasi pendidikan tinggi keagamaan agar mampu menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun global.
Ia juga mengapresiasi perkembangan UIN Gus Dur Pekalongan yang terus memperkuat kualitas akademik melalui pembangunan infrastruktur pendukung pendidikan dan riset.
“UIN ini telah mengambil langkah yang sangat tepat dengan mengabadikan nama Gus Dur sebagai identitas kampus. Saya memahami bahwa proses penetapan nama tersebut bukanlah hal yang mudah dan melalui berbagai tantangan,” kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat (26/6/2026).
Menag berpesan agar sivitas akademika tidak merasa minder meski kampus berada di daerah.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika agar tidak pernah merasa rendah diri hanya karena berada di Pekalongan. Alumni UIN memiliki potensi yang besar dan mampu bersaing dengan lulusan perguruan tinggi mana pun,” ujarnya.
Menurut Nasaruddin, penyematan nama Gus Dur bukan sekadar identitas, melainkan amanah yang harus diwujudkan melalui prestasi, karya ilmiah, serta pengabdian kepada masyarakat.
Sementara itu, Rektor UIN Gus Dur Pekalongan Prof. Zaenal Mustakim mengatakan kehadiran Gedung Laboratorium Terpadu menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Agama terhadap pengembangan sarana dan prasarana kampus.
“Kunjungan dan arahan Menag menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat komitmen dalam mewujudkan UIN Gus Dur sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing,” kata Zaenal.
Menurutnya, laboratorium terpadu dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan praktikum, penelitian, pengembangan teknologi, hingga kolaborasi lintas disiplin ilmu.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memperkuat integrasi antara keilmuan, nilai-nilai keislaman, dan kemanusiaan yang menjadi visi UIN Gus Dur. Selain itu, laboratorium baru itu juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi yang memberikan solusi bagi tantangan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan bertambahnya fasilitas akademik tersebut, UIN Gus Dur Pekalongan optimistis dapat meningkatkan kualitas riset sekaligus mencetak lulusan yang berkarakter, inovatif, dan memiliki daya saing di era perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.













