Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Mendag dan Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Pasar Kramat Jati Jelang Idulfitri

Mendag dan Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Pasar Kramat Jati Jelang Idulfitri
Mendag dan Menteri LH Pimpin Aksi Bersih Pasar Kramat Jati Jelang Idulfitri
banner 120x600

Jakarta, Radarpost.id

Menteri Perdagangan Budi Santoso bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menggelar aksi bersih-bersih di Pasar Kramat Jati, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peninjauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Raya Idulfitri.

Aksi bersih pasar ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong terciptanya pasar rakyat yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus memastikan stabilitas harga serta ketersediaan pasokan kebutuhan pokok.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pasar rakyat agar tetap menjadi pilihan utama masyarakat untuk berbelanja. Menurutnya, pasar rakyat tidak hanya berfungsi sebagai pusat perdagangan, tetapi juga memiliki potensi berkembang sebagai destinasi wisata kuliner.

“Selain menjadi tempat belanja, pasar juga bisa menjadi alternatif wisata kuliner. Harapan kami, jika pasar semakin bersih maka pasar akan semakin ramai, masyarakat lebih sehat, dan ekonomi Indonesia semakin kuat,” ujar Budi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih pasar tersebut sejalan dengan program Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan).

Program yang diinisiasi Kementerian Perdagangan itu mengajak seluruh pemangku kepentingan di pasar rakyat untuk melaksanakan aksi bersih serta pengelolaan sampah yang memiliki nilai tambah ekonomi berbasis kawasan.

Melalui Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Gernas Mapan di seluruh pasar rakyat di Indonesia, pemerintah juga mendorong pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk mengimplementasikan gerakan tersebut secara luas.

“Pasar merupakan simpul budaya tempat berbagai karakter masyarakat berkumpul. Karena itu, kebersihan pasar rakyat seharusnya mencerminkan budaya bersih masyarakatnya,” kata Hanif.

Ia juga mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, pengelola kawasan hingga masyarakat untuk bergotong royong dalam menangani persoalan sampah sejak dari sumbernya.

“Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengatasi persoalan sampah. Tanpa kerja sama, masalah sampah tidak akan selesai. Mari kita mulai membenahi dari sekarang,” ujarnya.

Pedagang telur di Pasar Kramat Jati, Ati, menyambut baik kegiatan aksi bersih pasar yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, kegiatan tersebut membuat lingkungan pasar menjadi lebih bersih dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.

Ia menambahkan, kegiatan bersih-bersih di pasar sebelumnya juga telah rutin dilakukan oleh pihak kelurahan setempat.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Munjirin mengatakan Pemerintah Kota Jakarta Timur terus menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi terkait pengelolaan sampah, khususnya melalui program pemilahan sampah berbasis rumah tangga dan lingkungan rukun warga.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif kepada masyarakat, bahkan dari rumah ke rumah. Saat ini di beberapa kecamatan seperti Cipayung, Ciracas, Kramat Jati, dan Pasar Rebo sudah tersedia bank sampah induk yang terpusat di Ciracas untuk menampung sampah anorganik,” ujar Munjirin.

Ia menambahkan, program tersebut merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah dapat dimulai dari tingkat rumah tangga.