Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Mendagri Keluarkan Surat Edaran Nobar: Walikota Depok Siapkan Nobar Piala Dunia di Alun-Alun, Gerakkan Ekonomi

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran (SE) yang berisi agar kepala daerah memfasilitasi dan menginisiasi kegiatan nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Adapun, kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini diserahkan kepada pemerintah daerah dan disesuaikan dengan kondisi kemampuan keuangan daerah masing-masing.

Surat edaran ini yang bernomor 400.2.7/4657/SJ berisi imbauan agar Gubernur, Bupati/Wali Kota untuk menyiapkan lokasi-lokasi strategis dan ruang publik untuk menggelar nobar pertandingan Piala Dunia 2026.

Hal ini disambut baik Walikota, Dr. H. Supian Suri menyiapkan langkah cepat menyambut arahan pemerintah pusat terkait nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Supian menyebut, sebelum adanya surat edaran (SE), Pemerintah Kota Depok bersama Forkopimda sebenarnya sudah merancang agenda nobar tersebut.

Walikota Depok, Dr. H. Supian Suri. (foto.ist).
Namun, rencana itu masih dikomunikasikan lebih lanjut dengan unsur TNI dan Polri agar pelaksanaannya berjalan aman dan tertib.

“Nobar kita rencanakan di Alun-alun Kota Depok, karena DOS (Depok Open Space) sedang direvitalisasi,” kata Supian, Rabu (17/6/2026).

Walikota menegaskan, lokasi ruang publik menjadi pilihan utama karena mampu menampung antusiasme warga yang diprediksi tinggi.

Menurutnya, Pemkot masih mengkaji apakah kegiatan akan digelar saat semifinal atau partai final Piala Dunia 2026.

“Kita ingin menjawab antusiasme masyarakat, para pecinta bola di Depok,” ujarnya.

Lebih jauh, Supian juga membuka peluang keterlibatan pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.

“Nanti Insya Allah juga kita siapkan ruang untuk UMKM Kota Depok,” tambahnya.

Sementara itu, Muhammad Tito Karnavian
Tito pun berharap adanya keterlibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dunia usaha, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), hingga komunitas kepemudaan agar dapat menggerakkan perekonomian lokal dalam kegiatan ini.

“Untuk itu perlu upaya publikasi oleh Pemda agar kegiatan nobar dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. Semoga momentum ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, membuat sistem ekonomi jadi bergerak. Kalau ada nobar otomatis masyarakat kumpul, di situ ada dorongan untuk UMKM bergerak,” paparnya.

Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari mengapresiasi upaya Mendagri dalam mendorong geliat ekonomi daerah melalui nobar.

Dia pun menyampaikan estimasi nilai ekonomi yang dihasilkan dari kegiatan nobar ini dapat mencapai Rp2,34 triliun atau Rp46,91 miliar per malam. Angka tersebut dihasilkan dari gelaran nobar jika dilakukan di 5.864 venue aktif, 50 malam efektif, dan melibatkan rata-rata empat UMKM per venue. (**).