Depok || Radarpost.id
Walikota Depok Dr. H. Supian Suri menyusuri setapak demi setapak trotoar Jalan Raya Margonda, Depok. Walikota tidak sendirian, seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengikuti setiap arahan yang diberikan Supian.
Pada tugu perbatasan antara Kota Depok dengan Jakarta Selatan, Supian Suri bersama OPD melakukan aksi bersih, tepatnya di bawah jembatan fly over UI.
“Ini saya bersama teman-teman kepala perangkat daerah melakukan kegiatan Opsih di Jalan Margonda Raya. Saya ingin mengajak teman-teman melihat lagi kotanya, apa yang harus dibersihkan, apa yang harus dibuat indah,” ujar Supian, Kamis (9/4/2026).
Gelaran kebersihan bukan hanya sekedar aksi bersih, namun gerakan yang dilakukan seluruh OPD merupakan meningkatkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan kota. Kebersihan dan keindahan kota merupakan bagian penting dalam menciptakan kenyamanan serta kebahagiaan masyarakat.
“Kita punya tanggung jawab bagaimana membahagiakan warga. Salah satunya dengan memastikan kota ini bersih, indah, dan nyaman,” ucap pria lulusan IPDN ini.
Supian turun langsung membersihkan sampah dan mengambil sampah guna dimasukan ke dalam bak maupun kantong sampah. Supian bersama perangkat OPD turut membersihkan tugu selamat datang di Jalan Raya Margonda.
Jalan Raya Margonda merupakan etalase Kota Depok karena jalan tersebut menjadi salah satu jalan penghubung antara Kota Depok menuju Jakarta. Masih di jalan itu, pusat perbelanjaan hingga perhotelan masih menjadi denyut nadi Kota Depok.
“Kami ingin membahagiakan warga dengan Kota yang bagus, indah, dan bersih,” ucap Supian.
Selesai melaksanakan opsi bersih, Supian melanjutkan langkah kakinya menelusuri trotoar Jalan Raya Margonda. Supian secara perlahan melihat setiap sudut wilayah Margonda yang masuk dalam kawasan Kecamatan Beji.
Sambil beristirahat sejenak memanfaatkan bangku yang terpasang di trotoar Jalan Raya Margonda, Supian menemukan sejumlah persoalan yang masih perlu dibenahi.
Salah satunya terkait kebersihan lingkungan. Supian mencatat, masih ditemukan sampah berserakan, tangan kotor yang merusak dinding dengan vandalisme, serta trotoar yang terlihat kusam.
“Saya koreksi adalah masalah kebersihan. Artinya sampah-sampah masih berserakan, dinding-dinding, trotoar, dan fasilitas umum yang perlu pembenahan,” terang Supian.
Rencananya, Pemerintah Kota Depok selain berfokus pada masalah kebersihan, akan memikirkan penanganan untuk meningkatkan estetika kota guna terlihat lebih indah dan nyaman.
Supian akan segera menyusun langkah konkret dengan membentuk tim serta melibatkan para ahli di bidang penataan kota dan lanskap.
“Setelah kota ini bersih harus menjadi indah. Saya minta untuk mengumpulkan tim ahli kemudian mendesain penataan agar Depok bersih dan indah,” ungkap Supian.
Supian meyakini, penataan kota yang baik dan terstruktur akan memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Dengan penataan kawasan yang baik akan berdampak pada kenyamanan masyarakat. Sehingga masyarakat semakin betah tinggal di Kota Depok,” pungkas Supian. (**).













