Depok || Radarpost.id
Kondisi saluran air terbuka di kawasan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak dilakukan penertiban dan pembongkaran bangunan liar pada akhir tahun 2025, hingga kini belum ada tindak lanjut penataan dari pemerintah setempat. Sampah telah memenuhi area saluran mulai memakan badan jalan di sekitar jalan menuju pasar.
Pantauan pada pukul 16.00 WIB, Sabtu, 11 April 2026, menunjukkan sampah juga menumpuk di sepanjang ruas jalan di area saluran air pasar Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Penumpukan sampah mengalirkan lindir yang mengendap di area pasar.
“Baunya mengganggu sekali. Tumpukan sampah menjadi sarang bagi lalat, kecoak dan tikus yang membawa kuman penyebab penyakit seperti pernafasan, diare dan disentri,” kata Ketua RT 01 Agus Ramlan, saat dikonfirmasi Sabtu kemaren.
Sementara itu Ketua RW 015 Kemiri Muka, Arif Afifullah, ketika di konfirmasi mengatakan bahwa saluran air yang dibiarkan terbuka tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang cukup mengganggu aktivitas warga.
“Ini sudah hampir lima (5) bulan pemkot belum ada gerakan untuk memperbaiki saluran, ini sudah Bau didominasi oleh limbah bulu dan darah hasil pemotongan ayam dari pasar Kemiri Muka,” ujar Arif, Sabtu (11/4/2026).
Selain persoalan bau, kondisi saluran yang terbuka juga dinilai membahayakan. Arif menyebut sudah beberapa kali kendaraan terperosok ke dalam saluran air yang berada di samping rel tersebut.
“Sudah berkali-kali mobil terperosok karena saluran tidak ditutup atau dirapikan,” tambahnya.
Warga berharap Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah konkret untuk menutup dan menata ulang saluran air tersebut. Hal ini dinilai penting, tidak hanya untuk kenyamanan lingkungan, tetapi juga untuk keselamatan pengguna jalan.
Arif juga menekankan bahwa penataan yang baik dapat mencegah munculnya kembali bangunan liar di sepanjang saluran tersebut.
“Kami berharap segera ada tindakan, agar lingkungan lebih tertata dan tidak ada lagi bangunan liar yang berdiri di lokasi tersebut,” tuturnya.
Menurutnya, tumpukan sampah di saluran itu awalnya hanya sedikit namun terus bertambah karena tidak diangkut. Para pengendara dan pedagang itu mengeluhkan penumpukan sampah di saluran air yang tidak kunjung dibuang oleh pemerintah Kota Depok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Depok terkait rencana penanganan saluran air di kawasan tersebut.
Arif mendesak Pemkot Depok melakukan revitalisasi saluran air yang terletak di jantung Kota ini. (**).













