Depok || Radarpost.id
Musrenbang Kelurahan Cipayung Jaya selain membahas sembilan menu wajib (mandatory), juga dihimpun berbagai usulan pembangunan dari masing-masing RW.
Beragamnya usulan yang masuk mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya.
Camat Cipayung, Muhammad Reza meminta kepada Lurah dan pengurus lingkungan untuk memaksimalkan penggunaan anggaran pembangunan berbasis RW yang akan direalisasikan mulai tahun ini agar serapan anggaran memiliki nilai manfaat optimal.
Demikian kata M. Reza, usai memantau pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Rabu, (21/01/2026).

“Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah memporsikan anggaran cukup besar masing masing Rp 300 juta untuk setiap RW, serapan anggaran harus dioptimalkan sesuai dengan juklak dan juknis agar tidak menimbulkan masalah dan pembelanjaan anggaran memiliki nilai manfaat maksimal,” tegas Reza.
Hal senada disampaikan oleh Lurah Cipayung Jaya Susniawati, S.H.,M.A, yang menekankan kepada para Ketua lingkungan agar memastikan penggunaan anggaran sesuai kebutuhan bukan keinginan serta mengacu pada skala prioritas.
“Sejak pelaksanaan rembuk warga yang dilanjutkan dengan kegiatan Pra Musrenbang, kami sudah wanti wanti kepada para Ketua RW dan RT untuk mengoptimalkan dana pembangunan sesuai kebutuhan wilayah masing masing dan kami tekankan jangan ada anggaran yang tidak terserap,” ucap Susniawati, usai mengikuti kegiatan Musrenbang.
Susniawati menyampaikan, pihaknya akan memaksimalkan anggaran sebesar Rp300 juta yang dialokasikan berbasis RW agar pembangunan yang dilaksanakan benar-benar menyentuh kebutuhan paling prioritas.
“Dengan anggaran Rp300 juta berbasis RW, kita maksimalkan pembangunan lingkungan yang betul-betul prioritas dan dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.
Susniawati yang suka di mpok Susnia menegaskan, sesuai arahan Walikota Depok, perencanaan pembangunan tidak harus dibagi rata ke setiap RT.
Makanya peran RW dinilai sangat penting dalam memahami kondisi wilayah serta menentukan lokasi pembangunan yang paling mendesak.
“Tidak harus dibagi rata ke setiap RT. RW harus mengetahui kondisi lingkungannya, mana yang paling membutuhkan pembangunan. Itu yang harus segera dikerjakan agar manfaatnya bisa langsung dirasakan warga,” tegasnya.

“Selain pembangunan fisik seperti drainase lingkungan, sumur resapan, pengaspalan, dan paving block, warga juga mengusulkan adanya pengadaan barang,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, pembangunan ke depan juga perlu memperhatikan sarana pendukung lainnya, seperti fasilitas olahraga, pengadaan motor gerobak kebersihan.
“Melalui Musrenbang ini kami berharap seluruh usulan yang telah disepakati dapat menjadi dasar perencanaan pembangunan tahun 2027 yang lebih tepat sasaran, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” pungkasnya. (**).













