Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Musyawarah Abah Setu di Polres Metro Bekasi Berlangsung Tegang, Pendamping Soroti Naskah Pernyataan

Musyawarah Abah Setu di Polres Metro Bekasi Berlangsung Tegang, Pendamping Soroti Naskah Pernyataan

BEKASI — Pertemuan klarifikasi dan mediasi terkait polemik video Abah Setu di Polres Metro Bekasi, Kamis (10/9/2026), berlangsung dalam suasana yang menurut pihak pendamping Abah Setu cukup tegang.

Abah Setu, tokoh masyarakat sekaligus pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, hadir memenuhi undangan kepolisian untuk memberikan klarifikasi terkait video yang beredar di media sosial dan menimbulkan keberatan sejumlah pihak.

Polres Metro Bekasi sebelumnya menyatakan mediasi tersebut digelar untuk membuka ruang dialog dan klarifikasi antarpihak. Forum itu turut melibatkan sejumlah unsur, antara lain MUI Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.

Namun, pihak yang mendampingi Abah Setu memiliki pandangan berbeda mengenai jalannya forum tersebut.

Mereka berharap pertemuan dapat menjadi ruang musyawarah dan tabayun sehingga seluruh pihak memperoleh kesempatan yang sama untuk menjelaskan duduk persoalan secara utuh.

Klarifikasi Disebut Belum Selesai

Menurut keterangan para pendamping, Abah Setu baru beberapa menit menyampaikan penjelasan ketika proses klarifikasi disebut telah dihentikan sebelum seluruh poin yang hendak disampaikan selesai.

Para pendamping juga menilai ruang dialog dalam forum tersebut belum berjalan secara seimbang. Mereka menyebut moderator dinilai lebih memberikan ruang kepada pihak yang berseberangan dengan Abah Setu.

Akibatnya, menurut mereka, konteks pernyataan yang hendak dijelaskan Abah Setu belum tersampaikan secara menyeluruh.

Sebelumnya, dalam pemeriksaan awal pada 8 September 2026, Abah Setu telah membantah konteks yang dituduhkan kepadanya. Ia menyebut video yang beredar merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian materi telah diedit atau direkayasa menggunakan teknologi AI.

Suasana Forum Disebut Memanas

Situasi pertemuan kemudian disebut semakin tegang.

Para pendamping mengaku menyaksikan adanya pihak yang menunjuk ke arah Abah Setu, berbicara dengan nada tinggi hingga menggebrak meja.

Menurut kesaksian mereka, dalam forum tersebut juga terlontar ucapan yang meminta Abah Setu keluar dari Islam dan meninggalkan Bekasi. Abah Setu juga disebut kafir ketika proses klarifikasi dinilai belum selesai.

Keterangan tersebut merupakan versi dari pihak yang mendampingi Abah Setu. Mereka menyatakan memiliki dokumentasi video yang dapat digunakan untuk melihat kembali jalannya pertemuan secara lebih utuh.

Para pendamping menilai suasana tersebut membuat forum yang sejak awal diharapkan menjadi ruang tabayun justru berlangsung dalam kondisi yang mereka anggap penuh tekanan.

Naskah Pernyataan Disebut Telah Disiapkan Pihak Lain

Salah satu hal yang paling disoroti para pendamping adalah munculnya naskah pernyataan yang kemudian diminta untuk dibacakan dan ditandatangani Abah Setu.

Menurut keterangan mereka, naskah tersebut bukan disusun sendiri oleh Abah Setu, melainkan disebut telah dipersiapkan oleh pihak lain yang berseberangan dengannya.

Para pendamping menilai isi naskah tersebut belum sepenuhnya menggambarkan klarifikasi yang sejak awal hendak disampaikan Abah Setu.

Mereka juga mempertanyakan proses tersebut karena, menurut mereka, musyawarah semestinya memberikan kesempatan yang seimbang kepada seluruh pihak untuk menyampaikan penjelasan terlebih dahulu sebelum menghasilkan kesimpulan maupun pernyataan bersama.

Dengan demikian, keberatan para pendamping bukan semata mengenai keberadaan pernyataan yang dibacakan Abah Setu, melainkan juga mengenai proses bagaimana naskah tersebut disiapkan, disampaikan, hingga kemudian diminta untuk dibacakan dan ditandatangani.

Di sisi lain, sejumlah pemberitaan menyebut Abah Setu memang menyampaikan permintaan maaf dalam forum mediasi. Dalam pernyataannya, ia mengakui adanya kekeliruan dan menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang dinilai menyinggung umat Islam.

Permintaan Maaf Tidak Menghapus Pertanyaan soal Proses

Permintaan maaf tersebut menjadi salah satu hasil penting dari pertemuan di Polres Metro Bekasi.

Namun, bagi pihak pendamping, adanya pernyataan maaf tidak serta-merta menghilangkan pertanyaan mengenai bagaimana proses klarifikasi berlangsung.

Mereka tetap mempertanyakan apakah Abah Setu telah memperoleh kesempatan yang cukup untuk menyampaikan penjelasan sebelum memberikan pernyataan di hadapan para pihak yang hadir.

Hal ini dinilai penting karena sejak awal Abah Setu menyatakan memiliki versi mengenai konteks video yang beredar. Polisi sendiri sebelumnya mencatat bahwa Abah Setu menyebut video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga adanya perubahan menggunakan AI.

Pendamping: Dengarkan Penjelasan Secara Utuh

Pihak yang mendampingi Abah Setu menegaskan bahwa mereka tidak meminta masyarakat untuk serta-merta membenarkan seluruh pandangan Abah Setu.

Mereka hanya berharap persoalan tersebut dilihat secara utuh dan setiap pihak diberikan kesempatan yang sama untuk menjelaskan maksud maupun konteks pernyataannya.

“Kami datang membersamai Abah untuk bermusyawarah dan menyampaikan klarifikasi. Kami menyaksikan sendiri bahwa penjelasan Abah belum selesai, tetapi suasana sudah berubah menjadi tekanan dan penghakiman. Yang kami harapkan sederhana: dengarkan terlebih dahulu penjelasannya secara utuh sebelum memberikan penilaian.”

Menurut mereka, perbedaan pemahaman mengenai persoalan keagamaan seharusnya disikapi melalui tabayun, ilmu, kesabaran dan adab.

Terlebih, persoalan yang dibicarakan berkaitan dengan akhlak dan keteladanan Nabi Muhammad SAW.

Karena itu, mereka menyayangkan apabila perbedaan pemahaman justru berkembang menjadi saling menghakimi sebelum seluruh konteks pembicaraan diketahui secara utuh.

Polisi Masih Melakukan Pendalaman

Sementara itu, kepolisian menyatakan proses penanganan persoalan tersebut masih berjalan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan keterangan dan informasi yang diperoleh dari para pihak masih dalam tahap pendalaman tim kepolisian.

Polisi juga mengimbau seluruh pihak menjaga ketenangan, tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan menyerahkan penanganan kepada pihak berwenang.

Sikap tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan Abah Setu belum selesai hanya dengan adanya forum mediasi dan permintaan maaf.

Proses selanjutnya tetap bergantung pada hasil pendalaman kepolisian terhadap keterangan para pihak, materi video yang beredar, serta bukti-bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Bagi pendamping Abah Setu, yang terpenting saat ini adalah memastikan proses klarifikasi berlangsung secara adil dan seluruh pihak mendapatkan ruang untuk menyampaikan keterangannya.