Jakarta|| Radaepost.id
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil agar ia dapat menjalani pengobatan penyakit jantung yang tengah dihadapinya.
Kabar pengunduran diri Nanik disampaikan Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Kebijakan, Dirgayuza Setiawan. Menurutnya, pada Rabu (22/7/2026), Nanik telah berpamitan kepada Presiden Prabowo Subianto sebelum menjalani proses pengobatan.
“Hari ini, 22 Juli 2026, Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung. Beliau juga mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” ujar Dirgayuza.
Dirgayuza mengatakan telah mengenal Nanik sejak menjelang Pemilu 2014. Selama lebih dari satu dekade, ia menilai Nanik konsisten menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama kelompok yang menghadapi kesulitan dan ketidakadilan.
Ia juga mengungkap sejumlah kiprah Nanik, di antaranya mendorong perhatian pemerintah terhadap kasus tenaga kerja Indonesia Wilfrida Soik yang sempat menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia. Selain itu, Nanik disebut menjadi penggagas program becak listrik bagi para pengayuh becak lanjut usia sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
Pengunduran diri Nanik menandai berakhirnya masa kepemimpinannya di Badan Gizi Nasional, lembaga yang berperan dalam mendukung pelaksanaan berbagai program strategis pemerintah di bidang pemenuhan gizi masyarakat.
Hingga kini, pemerintah belum menyampaikan secara resmi nama pengganti definitif yang akan memimpin Badan Gizi Nasional setelah pengunduran diri Nanik S Deyang.













