Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Natasha Kayla Putri, Bangga Jadi Bagian dari Sanggar Ayodya Pala Mau Dapat Rekor Dunia MURI Indonesia

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Natasha Kayla Putri (15) atau akrab disapa Natasha merasa bangga menjadi salah satu penari Sanggar Ayodya Pala yang akan tampil dalam Tari Kolosal Nusantata, tengah bersiap memecahkan rekor Dunia MURI (Museum Rekor Indonesia) Tahun 2025.

Dalam waktu dekat, ribuan penarinya yang berasal dari berbagai 45 cabang akan menampilkan 1.117 Penari.

Berasal dari dari sanggar Ayudyapala cabang Pondok Rajeg, Cibinong Bogor. Natasha berhasil menarik perhatian. Ternyata Natasha hobi awalnya ingin jadi penyanyi.

Bagi siswi kelas 10 di SMA Plus PGRI Cibinong ini, motivasi mengikuti ajang tari ini tidak sekadar bersaing, tetapi juga untuk menginspirasi dirinya sendiri dan anak muda dilingkungan.
“Awalnya saya masih kecil siih, ada temen aku ngajak nari, Natasha ayoo kita nari, iya sudah aku ikut temen Aku nari. Aku tertarik iya sudah Aku ngajak ayah daftar ke Sanggar Ayodya Pala,” ucap Natasha, Minggu (19/10/2025), disela sela latihan gladi bersih di DOS Kota Depok.

“Saya ingin melestarikan budaya tradisional Indonesia dan memotivasi generasi muda, khususnya mereka yang mulai kehilangan ketertarikan pada seni dan tradisi,” ungkapnya.

Perjalanan panjang selama ajang ini memberikan banyak pengalaman berharga bagi Natasha. Meski berhadapan dengan banyak penari hebat, tetapi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk menampilkan yang terbaik.

Bahkan dengan cepat Natasha dan peserta lainnya mulai akrab dan saling berbagi cerita serta budaya dari daerah masing-masing.

“Ingin meningkatkan tari ini untuk ke jenjang kuliah nanti, menjadi penari profesional dan menjadi kebanggaan orang tua saja siih,” ujarnya yang diaminin orang nya Sabdo.

Keisha (kiri) lagi sama Natasha (kanan) habis ikuti gladi bersih, di DOS Kota Depok.

Ia pun berusaha keras belajar. “Saya ingin memastikan bahwa saya bisa menampilkan tarian yang terbaik dengan cara yang berkesan,” ujarnya.

Bagi Natasha Anak ke 3 dari bpk Sabdo dan ibu Islamiyah, bisa menjadi bagian ajang ini merupakan pencapaian besar. “Tidak banyak orang yang bisa mengikutinya. Masuk saja sudah membuat saya sangat bersyukur. Ini adalah momen yang membanggakan bagi saya, keluarga,” kata Natasha.

Ia mengaku belajar banyak hal baru, termasuk tarian tradisional dari berbagai daerah. Seperti belajar tari Sunda, dari betawi, memahami kekayaan budaya daerah lain, dan mendapatkan ilmu baru dari kelas-kelas seperti catwalk, beauty, public speaking, serta olah tubuh dan menari.

Namun, hal yang paling berkesan bagi Natasha adalah interaksi dengan para penari, instruktur bahkan saling mendukung tanpa memandang latar belakang apa pun. Persaingan yang sehat katanya, justru membuat mereka belajar satu sama lain, menciptakan relasi kuat, dan berbagi kekayaan budaya tradisional.

Natasha juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mendukung perjalanannya, memberikan doa dan semangat. “Ini adalah energi besar yang membuat saya bisa tampil maksimal,” ucapnya.

Ia menutup dengan harapan bahwa langkahnya ini bisa menginspirasi lebih banyak orang untuk terlibat dalam pelestarian budaya. Dengan semangat yang ia miliki, Natasha telah membuktikan bahwa generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia.

“Saya akan terus belajar, menginspirasi, dan memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya,” pungkas Natasha. (**).