Jakarta Timur|| Radarpost.id
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), seiring potensi dampak fenomena El Nino yang diprediksi memicu musim kemarau panjang.
Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, melakukan panen melon kedua di Green House Urban Farming milik Kelompok Tani Geber Tabur (Gerakan Bersama Tanaman Menjadi Subur), di RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jumat.
Pada panen kali ini, kelompok tani menghasilkan sekitar 30 buah melon jenis ethanon, setelah sebelumnya pada panen perdana mencapai 53 buah.
“Alhamdulillah, ini merupakan kunjungan kedua saya ke Kelompok Tani Geber Tabur. Hari ini kita dapat memanen sekitar 30 buah melon. Ini menunjukkan hasil yang cukup baik dan maksimal untuk skala pertanian perkotaan,” kata Munjirin.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, serta Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur, Fauzi.
Munjirin menjelaskan, pengembangan budidaya melon tersebut mendapat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Jakarta. Ia berharap kolaborasi serupa dapat diperluas guna mendukung kelompok tani lain di wilayah Jakarta Timur.
Selain melon, Kelompok Tani Geber Tabur juga memanen komoditas lain seperti terong dan okra sebagai bagian dari diversifikasi pangan di kawasan perkotaan.
Lebih lanjut, Munjirin mengingatkan pentingnya kesiapan menghadapi musim kemarau panjang akibat El Nino. Ia menekankan perlunya efisiensi penggunaan air, pemilihan varietas tanaman tahan kekeringan, serta pengaturan pola tanam yang tepat.
“Kami mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak. Selain itu, petani perlu memilih jenis tanaman yang tahan musim kemarau dan mengatur waktu tanam serta panen dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Geber Tabur, Pamin, menyampaikan bahwa hasil panen melon memiliki kualitas premium, dengan rata-rata berat mencapai 2,6 kilogram per buah dan tingkat kemanisan sekitar 14 brix.
Menurut dia, permintaan pasar terhadap hasil pertanian kelompoknya cukup tinggi, bahkan kerap melebihi kapasitas produksi yang ada.
“Peminatnya sangat tinggi, namun produksi kami masih terbatas. Meski demikian, kami optimistis setiap hasil pertanian pasti memiliki pasar,” kata Pamin.
Ke depan, kelompok tani tersebut berencana memperluas lahan pertanian melalui kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal BRI, dengan rencana pengembangan lahan seluas sekitar 320 x 15 meter.
Program itu akan difokuskan pada budidaya sekitar 10.000 tanaman sayuran dengan melibatkan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang membutuhkan dukungan ekonomi. Hasil panen nantinya akan dikelola dan didistribusikan kepada para anggota kelompok.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap pertanian perkotaan dapat terus berkembang sebagai solusi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan perubahan iklim.













