DEPOK || Radarpost.id
Wakil Walikota Depok, Chandra Rahmansyah, turun langsung meninjau kemacetan yang terjadi di Pertigaan Parung-Bingung, Chandra meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) terkait kemacetan parah di wilayahnya.
Insiden ini terjadi saat ia akan menghadiri perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-52 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas, Sabtu (21/2/2025).
“Tadi saat saya mau ke sini, keluar pintu tol, terjebak kemacetan yang luar biasa. Saya sudah panggil pejabat Dinas Perhubungan dan Satpol PP,” kata Chandra di hadapan para hadirin.
Chandra menilai kemacetan tersebut sebagai bukti lemahnya koordinasi antarinstansi dalam mengurai lalu lintas.
Chandra menyatakan bahwa setelah acara ini, ia akan langsung turun ke lapangan bersama pejabat Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Ari Manggala dan Sekretaris Sat Pol PP Ubaidillah.

Meninjau titik-titik kemacetan, terutama di Jalan Raya Sawangan. Ia ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan mencari solusi yang lebih efektif.
“Saya tidak ingin hanya mendengar laporan saja. Kita harus turun, lihat sendiri masalahnya, dan segera cari jalan keluar,” ujar Chandra dengan nada tegas.
Kemacetan di Jalan Raya Sawangan memang kerap menjadi keluhan warga. Banyak faktor yang berkontribusi, mulai dari volume kendaraan yang tinggi, parkir sembarangan, hingga kurangnya petugas di jam-jam sibuk.
Masyarakat yang ditemui di lokasi pun menyambut baik langkah ini dan berharap pemerintah terus hadir dalam mengatasi permasalahan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan.

Langkah ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pengguna jalan serta menciptakan lalu lintas yang lebih tertib di Kota Depok.
“Kami optimis, mulai besok pagi pukul 08.00 hingga malam pukul 21.00, petugas sudah ada di titik-titik tersebut untuk memastikan lalu lintas tetap lancar,” tegasnya.
Masyarakat berharap dengan adanya perhatian langsung dari Wakil Walikota, permasalahan ini bisa segera teratasi.
“Nama kamu naman siapa tanya Wakil, sopir angkot 102 nama saya Riki pak, jangan parkir sembarangan di pinggir jalan ya, sopir angkot jawab siap pak, saya akan bilangin ke temen temen jangan parkir di pinggir jalan,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Bimbingan Keselamatan dan Ketertiban Dishub Kota Depok, Ari Manggala, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi tujuh titik yang sering mengalami kemacetan.

“Kami akan melakukan penyelesaian dengan menempatkan petugas di titik-titik kemacetan, terutama saat jam-jam padat, seperti di Gang Duren, Pertigaan Arco, Parung Bingung, Jalan Pemuda, Sawangan Permai, Tugu Sawangan, dan Abdul Wahab,” ujar Ari Manggala, Sabtu (22/02/25).
Selain penempatan petugas, Dishub Depok juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait, mengingat beberapa ruas jalan yang terdampak merupakan Jalan Nasional.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pemasangan rambu lalu lintas tambahan, seperti larangan berhenti (letter S) dan larangan parkir (letter P).
Koordinasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) juga dilakukan guna menertibkan lokasi yang sering digunakan sebagai tempat ngetem angkutan umum.
“Begitu juga berkoordinasi dengan Polres Metro Depok,”ungkapnya.

Ari Manggala menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap angkutan umum yang berhenti sembarangan. Namun, ia juga menegaskan bahwa pendekatan persuasif tetap diutamakan.
“Kami berkolaborasi dengan kepolisian dalam pengamanan. Dengan adanya petugas, diharapkan angkutan umum dapat bergerak dan tidak ngetem terlalu lama,” tambahnya.
Untuk mendukung upaya ini, Dishub dan Satpol PP Kota Depok masing-masing menyiapkan 14 personel yang akan dikerahkan ke titik-titik kemacetan.
Langkah ini merupakan bagian dari arahan Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah guna menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan lancar bagi masyarakat.
“Kami siap sesuai instruksi pimpinan,” tutupnya. (**).













