Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pemerintah Pastikan Kesiapan Haji 2026, Stabilitas Kawasan Jadi Kunci Kelancaran Ibadah

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai tahap final.( Dok menhaj)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi telah mencapai tahap final. Fokus utama tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga menjaga stabilitas kawasan demi menjamin kekhusyukan jemaah selama menjalankan ibadah.

Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf, mengatakan seluruh tahapan persiapan, mulai dari layanan asrama hingga keberangkatan, telah disusun secara matang. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026 dan diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi mulai 22 April 2026.

“Secara prinsip, seluruh persiapan telah selesai. Pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia,” ujar Irfan Yusuf dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.

Dalam upaya memperkuat kesiapan tersebut, pemerintah juga meningkatkan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Almudi.

Menurut Irfan, dukungan Pemerintah Arab Saudi menjadi faktor penting dalam kelancaran operasional haji, termasuk penyediaan layanan bagi jemaah di Tanah Suci.

“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Arab Saudi dalam memberikan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah, termasuk dari Indonesia,” katanya.

Selain kesiapan teknis, pemerintah turut mencermati dinamika global, khususnya kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Irfan berharap eskalasi yang terjadi tidak berdampak pada operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

Ia menegaskan pentingnya stabilitas kawasan agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, lancar, dan khidmat.

“Kami berharap situasi tetap kondusif sehingga jemaah dari berbagai negara dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ujarnya.

Pemerintah juga mewaspadai potensi kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga bahan bakar global. Meski demikian, kualitas layanan bagi jemaah dipastikan tetap menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Almudi, menegaskan komitmen negaranya dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jemaah haji.

Ia menyebut kunjungannya sebagai bagian dari tindak lanjut koordinasi guna memastikan pelayanan bagi para tamu Allah berjalan optimal.

“Arab Saudi dalam kondisi aman dan stabil. Kami berkomitmen penuh mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.

Dengan sinergi kedua negara, penyelenggaraan haji 2026 diharapkan berjalan lancar di tengah tantangan global, sekaligus memberikan pengalaman ibadah yang aman dan khusyuk bagi seluruh jemaah Indonesia.