Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pemkot Depok Bakal Bebaskan Lahan 3 Hektare Lagi, Siap Jadi Kota Kelelola Sampah Ber’Energi Listrik

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Pemerintah Kota Depok akan melakukan pembebasan lahan tiga hektare untuk memperluas Tempat Penampungan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok.

Hal ini menjadi tindak lanjut usai Depok masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) pengelolaan sampah menjadi tenaga listrik.
“Sehingga kita butuh sekitar tiga hektare lagi untuk ditambahkan, untuk kita bisa bersurat ke kementerian bahwa kita,” kata Walikota Depok Supian Suri di TPA Cipayung, Selasa (29/7/2025).

“Kota Depok siap menjadi Kota untuk dikelola pengelolaan sampah menjadi energi listrik,” tambahnya.

Supian menjelaskan, lahan TPA Cipayung yang saat ini diperkirakan baru memiliki luas dua hektar sudah mendapat timbulan sampah sebanyak 1.000 ton per hari.

Perluasan ini nantinya akan dipusatkan di sejumlah titik yang sudah dipetakan di sekitar TPA dan tinggal menunggu rencana anggarannya.
“Dari kesiapan lahan InsyaAllah sudah ada, tinggal memang dari sisi prioritas penganggaran untuk bisa membebaskan lahan yang kita butuhkan,” ungkap Supian.

Selain pembebasan lahan, Supian mengeklaim bahwa Kota Depok telah memenuhi syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum bersurat ke kementerian sebagai Kota pengelolaan sampah.

Adapun syarat yang dimaksud adalah luas lahan TPA minimal lima hektar, timbulan sampah berkisar 1.000 ton per hari, mempunyai alat pengangkut sampah dari masyarakat ke titik pengeloaan sampah.
“Yang keempat, Depok, Kota atau Kabupaten sudah memiliki ketentuan Perda retribusi sampah yang mewajibkan masyarakat untuk bayar retribusi terhadap pengelolaan sampah,” ujar Supian.

“Poin-poin yang tadi saya sebutkan, Depok tinggal hanya mencukupi untuk kebutuhan lahan yang belum tercapai lima hektar,” sambung dia.

Di samping itu, Pemkot Depok tetap menerapkan pola pengelolaan sampah melalui pihak ketiga atau swasta.

Langkah ini menjadi solusi bersama untuk mengatasi permasalahan sampah yang belum pernah tuntas hingga kini.
“Masih ada pola-pola yang dilakukan oleh pihak ketiga yang juga menawarkan pengelolaan sampah melalui mekanisme sampah menjadi hidrogen, ini juga sedang kita jajaki,” tutupnya. (**).