Jakarta|| Radarpost.id
Kepergian komedian Simson Rarameha Ngadang atau Temon bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga menghadirkan pelajaran berharga tentang arti sebuah kebersamaan. Bagi Abdel Achrian, kehilangan rekan yang telah menemaninya selama lebih dari tiga dekade menjadi pengingat bahwa kehadiran di saat-saat penting tak selalu bisa tergantikan.
Abdel mengaku menyimpan penyesalan mendalam karena tidak dapat berada di sisi Temon saat mengembuskan napas terakhir. Ketika kabar duka datang, ia tengah berada di Amerika Serikat untuk urusan pekerjaan sehingga tidak sempat menghadiri prosesi pemakaman sahabatnya.
Perasaan tersebut terus membekas hingga akhirnya ia dapat berziarah ke makam Temon beberapa hari kemudian. Meski hanya bisa mengirimkan doa, Abdel berharap sahabatnya memahami kondisi yang membuatnya tak bisa pulang tepat waktu.
Di balik penyesalan itu, tersimpan makna yang lebih besar. Persahabatan yang telah terjalin sejak 1992 menjadi bukti bahwa hubungan yang dibangun dengan ketulusan akan tetap hidup dalam kenangan, meski salah satu telah berpulang.
Selama puluhan tahun, Abdel dan Temon dikenal sebagai pasangan komedian yang saling mendukung. Mereka memulai perjalanan sebagai penyiar radio sebelum bersama-sama meniti karier di dunia hiburan hingga dikenal luas masyarakat Indonesia.
Bagi Abdel, perjalanan panjang itu menyisakan banyak cerita yang kini hanya bisa dikenang. Kehilangan Temon membuatnya semakin menyadari bahwa waktu bersama orang-orang terdekat merupakan hal yang sangat berharga dan tidak boleh disia-siakan.
Kisah persahabatan keduanya menjadi inspirasi bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari pencapaian karier, tetapi juga dari hubungan tulus yang dibangun selama hidup. Kenangan, dukungan, dan kebersamaan menjadi warisan yang akan terus dikenang oleh orang-orang terdekat.
Kepergian Temon sekaligus menjadi pengingat bagi banyak orang untuk lebih menghargai waktu bersama keluarga dan sahabat. Kesibukan pekerjaan memang penting, tetapi kesempatan untuk hadir bagi orang yang dicintai adalah momen yang tidak selalu datang untuk kedua kalinya.
Meski rasa kehilangan masih menyelimuti, Abdel memilih mengenang Temon sebagai sosok yang telah menemani perjalanan hidup dan kariernya selama lebih dari 34 tahun.
Dari kisah itu, lahir sebuah pesan sederhana namun bermakna: jangan menunda untuk menunjukkan perhatian kepada orang-orang yang kita sayangi, karena setiap pertemuan bisa saja menjadi yang terakhir.













