Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pertama Kalinya Special Olympics Indonesia Kota Depok Gelar TOT dan Sejarahnya SOIna

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Depok mengadakan rangkaian Pelatihan Training of Trainers (TOT), untuk membangun sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas dalam suatu organisasi.

Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (26/07/2025) di aula teratai gedung kantor Balaikota Depok. Dibuka oleh Kadisporyata Kota Depok Eko Herwiyanto, yang diikuti kurang lebih 40 calon pelatih, nampak hadir perwakilan SoIna Jawa Barat dan para jajaran SOIna Kota Depok.

Ketua Special Olympics Indonesia Kota Depok
Pahala Saragih, S pd mengatakan, Training of Trainers (TOT) adalah program cabang olahraga pelatihan yang bertujuan untuk membekali seseorang dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi pelatih atau instruktur yang efektif menjadi calon pelatih.

“TOT bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menyampaikan materi pelatihan secara efektif, merancang program pelatihan, dan mengelola proses belajar mengajar yang mencakup berbagai aspek, seperti metodologi pelatihan, prinsip-prinsip pembelajaran, teknik komunikasi, dan evaluasi pelatihan,’ kata Pahala Saragih, saat ditemui radarpost.id, di Balaikota Depok, Sabtu (26/07/2025).

“Training of Trainers (TOT) untuk cabang olahraga atletik, bocce, bowling, senam, dance sport, kita ingin mendapatkan pelatih yang berkualitas,” tambahnya.

Menurutnya, TOT dapat meningkatkan kualitas pelatihan internal, pengembangan sumber daya manusia, dan produktivitas.
“Lulusan TOT dapat menjadi agen perubahan dalam organisasi Special Olympics Indonesia Kota Depok dan membantu menyebarkan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota tim lainnya,” ucapnya.

“Rencananya kita akan adakan PESOTA tingkat Kota Depok, ini jenjang kompetisi olahraga pertama di Kota Depok, antara club SOIna yang selama ini kita bina,” ungkapnya.
 

Sejarah Special Olympics Indonesia:

Pahala Saragih menjelaskan, Special Olympics didirikan pertama kali pada tahun 1968 oleh Eunice Kennedy Shriver. Program Special Olympics telah menyebar ke seluruh dunia dan memberdayakan banyak warga Tunagrahita hingga menjadi manusia yang lebih produktif di dalam kehidupan bermasyarakat.

SOIna sekaligus sebagai organisasi yang merupakan bagian dari bagian International Olympic Committee (IOC) yang berkantor pusat di Washington, AS. Yang dibentuk pada 1969. Indonesia menjadi anggota ke 79 di organisasi luar biasa ini, sejak tahun 1989.

Special Olympics merupakan organisasi internasional yang telah diakui oleh International Olympic Committee (IOC), sebagai satu-satunya Olimpiade Olahraga Khusus bagi para Penyandang Disabilitas Intelektual (ID) di dunia.

Menurutnya, Special Olimpic Indonesia adalah organisasi yang mewadahi kegiatan anak-anak bertalenta khusus, atau difabel intelektual, anak-anak yang IQ nya dibawah 70. Atau anak-anak yang kesulitan berkomunikasi dengan masyarakat termasuk autis.
“Kami hadir untuk mengakomodir mereka-mereka untuk bisa berkreasi, inilah rumahnya mereka, kami latih berprestasi,” katanya.

Ketua Special Olympics Indonesia Kota Depok Pahala Saragih, S pd

Special Olympics Indonesia atau SOIna adalah satu-satunya organisasi di Indonesia yang mendapat akreditasi dari Special Olympics International (SOI) untuk menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga bagi warga Tunagrahita di Indonesia.

Visi & Misi sebagai berikut:
Visi :
Memberikan kesempatan bagi warga Tunagrahita untuk menjadi orang yang berguna dan produktif serta dapat diterima dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat melalui olahraga.
Misi :
Menyelenggarakan pelatihan dan kompetisi olahraga sepanjang tahun bagi wargaTunagrahita, memberikan kesempatan yang berkesinambungan untuk membentuk fisik yang sehat, menunjukkan keberanian, merasakan kebahagiaan dan memperlihatkan kemampuan, keahlian dan persahabatan dengan keluarganya, atlet Special Olympics lainnya dan masyarakat.

Program Utama SOIna yang merupakan wadah untuk anak anak bertalenta khusus atau difabel intelektual ini berkomitmen untuk mengeluarkan bakat bakat olahraga seperti cabang olahraga atletik, bocce, bowling, senam, dance sport, bulu tangkis, sepak bola, tenis meja.

Tingkatan Kompetisi di Indonesia:
Kemudian, SOIna juga mengadakan kompetisi olahraga yang bertingkat mulai dari tingkatan Kab/Kota seperti : PESOTA, pekan olahraga Se-Kota, ada juga PESODA, Pekan olahraga Daerah tingkatan wilayah Provinsi dan PESONAS merupakan ajang olahraga terbesar bagi atlet Special Olympics Indonesia di tingkat Nasional, yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Sebagai informasi, PESONAS merupakan ajang olahraga terbesar bagi atlet Special Olympics Indonesia di tingkat Nasional, yang diadakan setiap empat tahun sekali.

Selain menjadi wadah prestasi, PESONAS juga merupakan momen penting untuk memperkuat inklusi dan kesetaraan bagi penyandang disabilitas intelektual di Indonesia.

“Saya sangat bangga menjadi pengurus SoIna Kota Depok akan terus menunjukkan komitmen penuh untuk Olahraga Indonesia, bukan hanya untuk atlet regular namun kami juga berani berkomitmen untuk mendukung individu individu yang special di SOIna.” Lanjut Saragih.

“Kami berharap dukungan dari Pemerintah Kota Depok seperti halnya dukungan kepada organisasi olahraga lainnya,” keluhnya.

“Kami sangat berterimakasih atas dukungan pak Walikota Depok melalui Disporyata Kota Depok, Sebelumnya kami memang berharap ada pihak swasta yang memberikan dukungan kepada kami,” papar Saragih.

“Dengan dukungan ini, kami tambah percaya diri untuk mengembangkan SOIna menjadi jauh lebih baik dan lebih baik lagi. Anak anak special ini memiliki hati yang bersih dan baik dan tersebar di seluruh Indonesia. Kami berharap kepedulian masyarakat dapat meningkat terhadap mereka,” bebernya. (**).

Writer: adi apengEditor: adm