Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

PSI Diterpa Isu Konflik Internal, APAM Singgung Polemik Video Jusuf Kalla

Ketua Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM), Paman Nurlette, S.H., M.H. (Dok-Istimewa)
banner 120x600

JAKARTA|| Radeopost.id

Dinamika internal Partai Solidaritas Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Ketua Aliansi Profesi Advokat Maluku (APAM), Paman Nurlette, menilai polemik yang belakangan menyeret sejumlah elite PSI berkaitan dengan kontroversi video pidato Jusuf Kalla.

Dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026), Paman Nurlette menyebut kegaduhan yang terjadi di internal PSI disebut sebagai dampak dari narasi yang berkembang terkait tuduhan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla. Ia menilai sejumlah tokoh PSI diduga ikut membangun opini publik melalui potongan video pidato JK yang beredar di media sosial.

“PSI ditimpa karma politik setimpal sebagai implikasi dari oknum petinggi partai yang diduga memotong video Jusuf Kalla saat pidato di masjid kampus UGM,” ujar Paman Nurlette.

Ia menyebut nama-nama seperti Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya dalam polemik tersebut. Menurutnya, isu itu kemudian berkembang menjadi kontroversi politik yang memicu respons publik luas.

Paman Nurlette juga mengklaim pihaknya bersama sejumlah organisasi masyarakat telah melaporkan beberapa tokoh tersebut ke aparat penegak hukum terkait dugaan provokasi dan penghasutan di ruang publik. Namun demikian, hingga kini belum ada putusan hukum yang menyatakan adanya pelanggaran pidana dalam kasus tersebut.

Ia menilai tuduhan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla tidak tepat. Menurutnya, JK merupakan tokoh nasional yang memiliki rekam jejak panjang dalam upaya penyelesaian konflik di berbagai daerah di Indonesia.

“Tuduhan penistaan agama kepada sosok Jusuf Kalla yang dianggap sebagai arsitek perdamaian sangat kontraproduktif,” katanya.

Lebih lanjut, Paman Nurlette menilai dinamika yang terjadi di internal PSI berpotensi memengaruhi persepsi publik terhadap partai tersebut menjelang kontestasi politik mendatang. Ia juga mengingatkan elite partai politik untuk lebih berhati-hati dalam membangun narasi politik di ruang publik, terutama yang berkaitan dengan isu sensitif seperti SARA.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak PSI terkait pernyataan Paman Nurlette tersebut.