Depok || Radarpost.id
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Depok menggelar Perencanaan Rencana Kerja (Perum Renja) 2025 dengan tema “Bersama Depok Maju Melalui Ekosistem Inklusif untuk Keluarga Tangguh, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak”.
Acara yang berlangsung di Aula Teratai, Balaikota Depok ini diresmikan oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Depok, Nina Suzana, serta dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Kota Depok, drg. Nessi Anisa Handari, anggota DPRD, pimpinan OPD, Polres Depok, Kodim 0508, serta Kepala Pengadilan Kota Depok.
Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ketahanan keluarga serta mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Kota Depok.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kota Depok Nessi Annisa Handari, mengatakan Kekerasan berbasis Digital terhadap anak perlu di waspadai, hal ini dapat membuat anak menjadi stress.
“Anak itu mengalami kekerasan karena pelakunya mengancam dan lain sebagainya hanya kemudian anak menjadi stress,” sebutnya.
Para pelaku kejahatan pada umumnya berasal dari keluarga yang kurang harmonis sedangkan para korban nya mereka kurang penjagaan dari orangtua.
“Jangan kita tenang-tenang aja, anak saya mah aman, enggak pernah keluyuran malam-malam, dia mah di kamar terus, gitu ya. Itu juga harus di waspada di kamarnya, jangan-jangan nonton video porno ya, jangan-jangan sedang mengalami kekerasan,” ucap Nessi.
Selanjutnya, beberapa program DP3AP2KB diantaranya dengan misi pertama yaitu, peningkatan produktivitas masyarakat secara eksklusi melalui pembangunan yang selaras bersama misi ke 4 walikota Depok yaitu, transformasi pelayanan publik.

Pihaknya juga melakukan upaya sehingga, bagaimana usia lansia menjadi usia yang produktif.
Melakukan kegiatan-kegiatan yang tepat sehingga produktif ini bukan menjadi beban pembangunan, lansia usia produktif ini menjadi bonus.
Adapun beberapa point program
DP3AP2KB diantaranya,
1.Pentingnya ekosistem inklusif untuk keluarga tangguh. Keluarga merupakan unit terkecil di masyarakat dalam membuka peranan penting membentuk karakter nilai kualitas suatu bangsa.Ekosistem inklusif tidak hanya memperhatikan anak dan keluarga tetapi bagaimana memperhatikan ekosistem yang ada.
2. Pemberdayaan perempuan pilar utama pembangunan yaitu, pemberdayaan perempuan di Depok akan terus diperkuat melalui berbagai program diantaranya pelatihan peningkatan kesadaran hukum dan dukungan terhadap peran perempuan.

3. Perlindungan Anak adalah masa depan bangsa penguatan nelayan perlindungan untuk anak penyuluhan dan penyuluhan kepada masyarakat.
4.Pengendalian penduduk dan keluarga berencana membangun kualitas keluarga yang berkelanjutan yaitu, mewujudkan keluarga tangguh melalui dalam hal menguatkan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sementara itu Pj. Sekda Kota Depok, Nina Suzana, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada DP3AP2KB yang telah berperan aktif dalam mendukung ketahanan keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia.
“Tugas DP3AP2KB mencakup seluruh tahapan kehidupan, dari anak-anak hingga lansia. Ini bukan pekerjaan yang mudah, dan saya sangat mengapresiasi dedikasi tim DP3AP2KB dalam menjalankan program-programnya,” pungkasnya. (**).













