Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Reses Endah Purwanti Dibanjiri Keluhan: BPJS PBI, Bansos, UMKM hingga PIP-KIP

banner 120x600

  Bogor||Radarpost.id

Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti, S.Pi melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang I Tahun 2026 pada 11–13 Februari 2026 di sejumlah wilayah Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Dalam agenda tersebut, Endah turun langsung bertemu, menyapa, dan mendengar aspirasi masyarakat di Kedung Halang, Tegal Gundil, Cibuluh, Bantarjati, Ciluar, dan Cimahpar.

Pertemuan berlangsung bersama ibu-ibu posyandu di Kedung Halang serta warga di Tegal Gundil, Cibuluh, Bantarjati, Ciluar, dan Cimahpar. Dialog digelar secara terbuka dan penuh keakraban, di mana masyarakat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan masing-masing.

 

Sejumlah aspirasi yang mengemuka di antaranya penonaktifan BPJS PBI yang berdampak pada layanan kesehatan warga kurang mampu, tuntutan transparansi data bantuan sosial (bansos), kebutuhan dukungan bagi pelaku UMKM, hingga persoalan pendidikan seperti PIP, KIP, dan BSM.

Warga menilai transparansi data bansos penting agar bantuan tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Sementara itu, aktivasi kembali kepesertaan BPJS PBI menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak yang disampaikan warga di berbagai kelurahan.

Menanggapi hal tersebut, Endah Purwanti menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat, khususnya langkah-langkah jangka pendek yang bisa segera direalisasikan. Di antaranya mendorong program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema BSTT serta membantu proses aktivasi kembali BPJS PBI bagi warga yang memenuhi kriteria.

Ia juga menegaskan akan berkoordinasi dengan dinas terkait guna mendorong transparansi data bansos serta memperjuangkan dukungan bagi UMKM dan akses bantuan pendidikan di wilayah Bogor Utara.

Aspirasi warga Kedung Halang, Tegal Gundil, Cibuluh, Bantarjati, Ciluar, dan Cimahpar ini selanjutnya akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan kebijakan dan penganggaran di DPRD Kota Bogor.

Karena bagi Endah, reses bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang menyerap suara rakyat agar setiap keluhan tak berhenti di cerita, tetapi berlanjut menjadi kerja nyata.