Depok || Radarpost.id
Perayaan Hari Penyandang disabilitas Internasional hadir dengan semangat ceria, mengikuti kegiatan yang memberi ruang bermain sekaligus menegaskan bahwa mereka berharga dan layak mendapatkan perhatian dan kesetaraan penuh.
Acara yang digelar oleh Special Olympics Indonesia (SOIna) Kota Depok menjadi ruang kebersamaan bagi atlet SOIna, keluarga, pelatih, relawan, organisasi mitra, serta masyarakat inklusif untuk merayakan kemampuan dan semangat para penyandang disabilitas intelektual.
Perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Aula Baleka lantai 10, komplek Balaikota Depok, dengan tema “Celebrate Ability, Ignite Synergy.”.
Acara ini juga dihadiri para pelatih, relawan, orang tua, dan pendamping anak-anak SOIna. Devi menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung tumbuh kembang serta prestasi penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Sosial dr. Devi Mayori, dan Ketua SOIna Kota Depok Pahala Saragi hadir dan berbaur langsung bersama anak-anak. Beliau tidak hanya memberikan sambutan, tetapi juga berjalan mendampingi mereka, menyapa satu per satu, dan menciptakan interaksi yang terasa dekat serta menyenangkan.
Dalam pesannya, Ka dinsos, mengajak masyarakat untuk memandang anak-anak disabilitas sebagai pribadi yang memiliki potensi besar.
“Peringatan HDI tahun ini mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki kemampuan luar biasa. Tugas kita adalah membuka ruang agar mereka dapat tumbuh dan berkembang tanpa batasan,” ujarnya.
Momen semakin lengkap ketika ibu dari Mejaluna (10), Trisnawati merasa bangga anaknya yang tuna rungu, bergabung di SoIna, bisa bergaul dengan anak anak yang lain.
“Anak saya lebih ke atletik lari dia latihan sama di SOIna, iya kami senang anak saya bisa bergabung, dia bisa berbaur dan beda kalau di rumah, anak saya sering menyendiri karena takut sama temen-temen nya, dikatain,” ucap Trisnawati, yang saat ini tinggal di Cimanggis.

Senyum ceria menghiasi wajah anak-anak saat sesi permainan dan menerima hadiah menandai kebahagiaan sederhana namun penuh makna.
“Kehadiran SOIna bukan hanya melalui program dan latihan aja, tetapi juga lewat kepedulian nyata yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak berkebutuhan khusus,” Faura Zahwa, anak umur (16) tahun, yang bergabung di olahraga dentsport.
Orang tua Faura Zahwa, Mukmin yang tinggal sawangan ini merasa bangga anaknya tidak sendiri lagi. Peringatan HDI 2025 menjadi ajang berbagi harapan dan apresiasi terhadap keteguhan hati anak-anak disabilitas yang terus memberi inspirasi bagi banyak orang.
Beberapa peserta terlihat menitikkan airmata di acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) atau Difabel Internasional Tahun 2025.
“Kami sangat bahagia anak kami bisa bergabung di SOIna ini, karena anak saya mulai bisa berinteraksi dengan teman-temannya,” ucap Mukmin.

Keharuan terasa begitu panita menayangkan sebuah video dari SOIna, mengenai kisah perjuangan para penyandang disabilitas menjalani hari dan kehidupannya, bahkan mereka mendapatkan medali dari kejuaraan Piala Gubernur Jawa Barat.
Video tersebut menampilkan potret nyata semangat penyandang disabilitas untuk terus berdaya, mulai dari aktivitas pendidikan, karya kreatif hingga kisah inspiratif yang menggugah hati.
Tak sedikit para ibu ibu orang tua yang menyaksikkan mesti berkali-kali mengusap airmata. Begitu pula bu Kadinsos yang terlihat berkaca-kaca.
“Saya pribadi juga sebagai seorang ibu merasa sangat bangga dan bersyukur melihat bagaiman anak-anak kita yang berkebutuhan khusus terus menunjukkan semangat yang luar biasa,” ungkap Devi sang Kadinsos Kota Depok.

Begitu pula bu Yani, ada dari Kalaisya (15) yang tinggal Kelapa Dua, di Pasir Gunung Selatan, Cimanggis, merasa acara ini milik anak anak disabilitas, Dia menyebut sangat mendukung anak anak disabilitas, dan memberikan ruang buat anak anak untuk berkarya.
“Anak saya tampil membawa musik zimbey, alat musik perkusi. Dengan ini saya berharap anak anak berkebutuhan khusus bisa terus berubah menjadi ramah dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi semua anak untuk berkembang,” ucapnya.

Peringatan Hari Disabiltas Internasional tahun ini juga dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti penampilan bakat dan kreativitas anak-anak disabiltas, serta pemberian penghargaan kepada guru inspiratif dan berinovasi, orang tua inspiratif, peserta didik penyandang disabilitas berprestasi.
“Kami bangga SOIna, membuka lebih banyak ruang kesadaran masyarakat tentang pentingnya menciptakan lingkungan inklusif. Untuk itu diperlukan kolaborasi antar Pemerintah, komunitas dan masyarakat agar Kota Depok semakin maju sebagai Kota yang ramah bagi semua warganya,” pungkasnya. (**).













