Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Temu Teh Mulyani Bersama Gema Pertiwi Jadi Ruang Edukasi dan Musyawarah Remaja Bogor

banner 120x600

KotaBogor ||Radarpost.id

Kepedulian terhadap generasi muda diwujudkan melalui kegiatan “Temu Teh Mulyani”, sebuah wadah komunikasi, edukasi, dan musyawarah bagi remaja yang diinisiasi oleh Mulyani, S.Hum., Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PKS, bersama Gema Pertiwi.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Tetap Tangguh di Era Digital: Menjadi Pemuda yang Bijak dalam Pergaulan dan Bermedia Sosial”. Forum ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, menyampaikan aspirasi, sekaligus mendapatkan pembekalan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital dan pergaulan masa kini.

Kegiatan Temu Teh Mulyani dirancang tidak sekadar sebagai pertemuan, tetapi menjadi ruang dialog yang memungkinkan remaja menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari tekanan sosial, dinamika pergaulan, penggunaan media sosial, hingga pentingnya membangun karakter dan ketangguhan mental.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi dari Nur Shibghotillah, S.Psi., praktisi psikodukasi, yang memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga ketangguhan mental serta membangun pola pikir yang sehat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja.

Mulyani mengatakan, generasi muda membutuhkan ruang yang aman dan nyaman untuk berbicara, belajar, sekaligus mendapatkan pendampingan.

“Saya ingin remaja, khususnya di Bogor dan Kota Bogor pada umumnya, memiliki ketahanan mental yang kuat. Di era digital ini, tantangan pergaulan dan tekanan sosial sangat kompleks. Melalui Temu Teh Mulyani bersama Gema Pertiwi, kita memberikan ruang yang aman untuk saling menguatkan, belajar, dan bermusyawarah agar adik-adik kita menjadi pemuda yang bijak dan tangguh,” ujar Mulyani.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan media sosial memberikan banyak peluang bagi generasi muda. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga membawa tantangan yang perlu dihadapi dengan kemampuan berpikir kritis, pengendalian diri, serta karakter yang kuat.

Karena itu, remaja perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami etika bermedia sosial, menjaga pergaulan, serta berani mengambil keputusan yang bertanggung jawab.

Temu Teh Mulyani juga menjadi ruang untuk mempertemukan generasi muda secara langsung dengan wakil rakyat. Melalui pendekatan dialogis, peserta diberikan kesempatan menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun aspirasi terkait kebutuhan ruang edukasi dan kegiatan positif bagi pemuda.

Mulyani menilai, suara generasi muda penting untuk didengar karena berbagai persoalan yang mereka hadapi dapat menjadi masukan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan kepemudaan di Kota Bogor.

“Saya berharap forum ini dapat membentuk mental pemuda yang berdaya, kritis, dan berkarakter. Aspirasi serta tantangan yang dirasakan para remaja ini sangat penting untuk menjadi bahan perhatian kami dalam mengawal kebijakan pembangunan kepemudaan ke depan,” tegasnya.

Kolaborasi bersama Gema Pertiwi diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan generasi muda.

Mulyani juga menekankan bahwa pembentukan karakter generasi muda tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan pendampingan yang berkelanjutan, lingkungan yang positif, serta ruang interaksi yang memungkinkan anak muda belajar dari pengalaman dan persoalan yang mereka hadapi.

“Kita tidak ingin anak-anak muda hanya menjadi penonton di tengah perubahan zaman. Mereka harus mampu menjadi generasi yang berdaya, memiliki karakter, bijak menggunakan media sosial, sehat dalam pergaulan, dan berani mengambil peran positif di lingkungannya,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, Temu Teh Mulyani bersama Gema Pertiwi diharapkan dapat menjadi ruang yang memperkuat komunikasi antara generasi muda dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pemuda Kota Bogor.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dikembangkan sebagai wadah edukasi, musyawarah, dan pemberdayaan pemuda sehingga semakin banyak generasi muda yang memiliki ketangguhan mental, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Bukan sekadar bertemu dan berbincang, tetapi mendengar, belajar, bermusyawarah, dan bersama-sama menyiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi masa depan.