Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

The Fab Four Hidupkan Beatlemania di Jakarta, Ratusan Penggemar Larut Bernyanyi hingga Berburu Merchandise

Beatlemania kembali bergema di Jakarta. Ribuan penggemar The Beatles dari berbagai generasi memadati Naviri Convention Hall, Jakarta Barat, Sabtu malam.(Rr).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Beatlemania kembali bergema di Jakarta. Ribuan penggemar The Beatles dari berbagai generasi memadati Naviri Convention Hall, Jakarta Barat, Sabtu malam, untuk menyaksikan konser The Beatles Forever yang menghadirkan band tribute legendaris, The Fab Four.

Sejak sore, kawasan venue sudah dipenuhi penggemar yang mengenakan kaus bergambar The Beatles, membawa koleksi piringan hitam, hingga berfoto di berbagai sudut bertema band legendaris asal Liverpool tersebut. Tak sedikit pula yang datang bersama keluarga untuk mengenalkan musik The Beatles kepada anak-anak mereka.

Kerinduan terhadap karya John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr seolah terobati. Meski The Beatles telah lama bubar, lagu-lagu mereka masih mampu menyatukan lintas generasi dalam satu malam penuh nostalgia.

Malam itu memang bukan The Beatles asli yang tampil. Namun, The Fab Four berhasil menghadirkan pengalaman yang nyaris serupa. Dengan kostum, gaya rambut, instrumen, hingga gestur yang dibuat semirip mungkin dengan personel asli, mereka sukses membawa penonton kembali ke era keemasan The Beatles.

Konser dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan lagu-lagu era awal The Beatles seperti Please Please Me, Help!, dan Can’t Buy Me Love. Sejak lagu pertama dimainkan, ribuan penonton langsung berdiri, bertepuk tangan, dan bernyanyi bersama mengikuti setiap lirik yang sudah melekat di ingatan mereka.

Suasana hangat terasa di seluruh ruangan. Penonton dari berbagai usia larut dalam nostalgia, mulai dari mereka yang pernah merasakan langsung masa kejayaan The Beatles hingga generasi muda yang mengenal musik mereka dari orang tua.

Salah satunya Nina yang sengaja datang bersama sang anak.

“Umur saya memang masih muda, tapi lagu-lagu The Beatles sangat easy listening. Dari kecil saya memang dicekoki lagu mereka. Makanya saya membawa anak saya supaya bisa ketularan virus Beatlemania,” ujarnya.

Kebahagiaan juga dirasakan Riza, penggemar The Beatles asal Tangerang. Ia mengaku tak menyangka menjadi salah satu penerima giveaway tiket konser dan akhirnya bisa menyaksikan langsung penampilan The Fab Four.

“Saya senang banget bisa dapat giveaway tiket. Ini seperti mimpi yang akhirnya terwujud. Memang bukan The Beatles asli, tapi melihat The Fab Four tampil dengan karakter, musik, dan penampilan yang begitu mirip rasanya seperti kembali ke era The Beatles. Saya benar-benar menikmati setiap lagunya,” kata Riza.

Menurutnya, konser tersebut menjadi bukti bahwa penggemar The Beatles di Indonesia masih sangat banyak.

“Semoga konser seperti ini bisa lebih sering diadakan di Indonesia. Beatlemania di sini ternyata masih sangat besar. Tadi semua ikut bernyanyi dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Tak hanya konser yang menjadi magnet. Di area lobi, booth milik Indonesia Beatles Club (IBC) juga dipadati pengunjung. Komunitas pencinta The Beatles itu menjual berbagai merchandise bertema The Beatles, mulai dari kaus, pin, poster, gantungan kunci, stiker, hingga piringan hitam dan berbagai koleksi memorabilia.

Booth tersebut menjadi tempat berkumpulnya para Beatlemania untuk berbincang mengenai album favorit, berbagi cerita, hingga berburu suvenir sebagai kenang-kenangan dari konser malam itu.

Sebagai band tribute, The Fab Four bukanlah nama asing di kalangan pencinta The Beatles. Grup ini telah tampil membawakan lagu-lagu The Beatles sejak 1997 dan dikenal sebagai salah satu tribute band terbaik di dunia.

Selama hampir tiga dekade, mereka telah tampil di berbagai negara dan festival tribute The Beatles. Keunggulan The Fab Four bukan hanya dari kualitas musikal, tetapi juga kemampuan mereka menghidupkan kembali karakter para personel The Beatles melalui ekspresi wajah, cara berbicara, hingga tingkah laku di atas panggung.

Memasuki babak kedua, suasana konser berubah ketika The Fab Four muncul mengenakan kostum ikonik dari album Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band. Penonton pun diajak menyusuri era psikadelik The Beatles melalui lagu-lagu seperti Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band, With a Little Help from My Friends, Strawberry Fields Forever, dan Paperback Writer.

Tata cahaya yang berwarna-warni berpadu dengan permainan musik yang rapi membuat atmosfer konser semakin terasa magis. Tepuk tangan panjang berkali-kali terdengar usai setiap lagu dibawakan.

Puncak konser terjadi saat The Fab Four menutup penampilannya lewat dua lagu paling ikonik, Let It Be dan Hey Jude. Seluruh penonton kompak berdiri, melambaikan tangan, menyalakan lampu flash ponsel, dan bernyanyi bersama pada bagian “na-na-na” yang menggema memenuhi ruangan.

Momen singalong tersebut menjadi penutup yang emosional sekaligus membuktikan bahwa lebih dari setengah abad sejak The Beatles berjaya, karya-karya mereka tetap hidup di hati para penggemar.

Konser The Beatles Forever tak sekadar menjadi pertunjukan musik, tetapi juga ajang berkumpulnya komunitas Beatlemania Indonesia.

Selama hampir dua jam, nostalgia, kebersamaan, dan kecintaan terhadap musik The Beatles menyatu dalam satu panggung yang menghidupkan kembali semangat empat pemuda asal Liverpool yang telah mengubah sejarah musik dunia.