Depok || Radarpost.id
Kompetisi Kejuaraan sepak bola U-15 dan U-19 Piala Walikota Depok tahun 2025 secara resmi ditutup oleh Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah yang berlangsung di Lapangan stadion merpati, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, pada Minggu (14/12/2025).
Penutupan Turnamen ini awali dengan pertandingan Grand Final antara tim Dirgahayu Cakra United FC U-15 berhadapan dengan Metro FC.
Pertandingan berakhir dengan adu pinalti keluar sebagai juara Metro FC U-15 setelah berhasil mengalahkan Dirgahayu Cakra United FC U-15, dengan drama adu penalti dengan skor 3 – 5. (0-0).
Sementara dalam pertandingan grand final U-19 Mitra Utama FC harus menelan pil pahit gagal meraih juara, setelah kalah adu penalti melawan Bedenk JR Krakatau FC, dengan skor 3-4, (0-0).
Wakil Walikota Depok Chandra Rahmansyah, menyampaikan selamat kepada Para Juara dan Tim yang berhasil membawa Piala kemenangan pada hari ini, tetap kobarkan semangat kalian untuk melaju pada kompetisi atau turnamen lain sebagai bahan untuk evaluasi dan pembelajaran agar semakin baik.
“Saya pun turut menyampaikan selamat dan terima kasih kepada tim yang belum berhasil. Kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam berkompetisi, tetap berlatih dan yakin bahwa suatu ketika usaha yang telah dimaksimalkan akan membuahkan hasil yang baik,” ucap Chandra, Minggu (14/12/2025).

Chandra menambahkan, Jangan patah semangat karena sepak bola mengajarkan tentang olahraga, adu skill, juga tentang kebersamaan dan kerja keras, siapa yang benar-benar berusaha pasti akan menuai hasil.
“Mari kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan diantara kita melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat seperti tournament ini, tetap jaga daerah tercinta ini agar selalu dalam keadaan yang aman dan kondusif,” ajak Chandra.
Di hadapan para pemain, pelatih, dan orang tua, Chandra menegaskan komitmen Pemkot Depok untuk terus memperkuat pembinaan atlet muda, melihat harapan besar dari antusiasme anak-anak muda yang terlibat dalam turnamen tersebut, baik sebagai pemain maupun pendukung.
“Hari ini saya melihat sebuah harapan di Depok. Banyak sekali anak-anak muda yang bersemangat, yang hadir dan memberi dukungan,” ujarnya.
Menurutnya, semangat itu menjadi bukti bahwa Depok masih memiliki fondasi kuat untuk membangun kota yang sportif dan kompetitif. Chandra mengungkapkan, bahwa generasi muda memegang peran penting dalam menentukan arah masa depan kota.

“Masa depan Kota Depok ada di tangan adik-adik semua. Kota Depok yang sportif dan kompetitif lahir dari sini,” ungkap Chandra.
Dalam kesempatan itu, Chandra juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok yang berkolaborasi dengan KONI Kota Depok, Askot PSSI Depok, serta berbagai pihak lainnya dalam menyukseskan turnamen tersebut.
Berdasarkan data Askot PSSI Depok, saat ini terdapat 48 klub sepak bola dan 68 sekolah sepak bola yang aktif di Kota Depok. Kondisi ini, menurut Chandra, menjadi modal besar bagi pemerintah kota untuk terus memperkuat pembinaan olahraga.
“Pemerintah Kota Depok berkomitmen untuk terus membina olahraga, khususnya sepak bola yang bersifat universal dan mendunia,” tuntasnya.

Sementata itu Kepala Disporyata Kota Depok, Eko Herwiyanto, mengatakan kejuaraan tersebut telah digelar sejak September 2025 atau selama tiga bulan. Ajang ini diikuti total 48 klub dari kategori U15 dan U19 yang bertanding di tiga stadion penyelenggaraan.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan dari awal hingga akhir berjalan tertib dan lancar. Dinamika kecil yang muncul merupakan hal wajar dalam persepakbolaan,” ujar Eko.
Menurut Eko, Disporyata tidak hanya fokus pada pelaksanaan kompetisi, tetapi juga melakukan pemantauan melalui tim talent scouting.
Langkah ini dilakukan untuk menyaring potensi atlet muda, khususnya kelompok usia U15, sebagai persiapan jangka menengah menuju Popwilda 2026.
“Kota Depok akan menjadi bagian dari Popwilda Wilayah I Jawa Barat pada 2026. Karena itu, Piala Wali Kota kami manfaatkan sebagai ajang pemantauan bakat yang kelak menjadi kerangka tim,” jelasnya.

Selain itu, Disporyata bersama Asosiasi Kota (Askot) PSSI Depok juga telah merancang pengembangan kompetisi berjenjang. Pada 2026, kompetisi tersebut direncanakan akan dibranding sebagai Liga 4 dan Liga 5 tingkat kota.
Eko berharap, seluruh klub sepak bola di Kota Depok memberikan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Menurutnya, kompetisi yang berkelanjutan akan menciptakan iklim sepak bola yang lebih sehat dan bergairah.
“Pemkot Depok melalui Disporyata bersama Askot PSSI terus mempersiapkan dukungan agar atmosfer sepak bola di Kota Depok semakin berkembang dan berprestasi,” pungkasnya. (**).













