Depok || Radarpost.id
Pemerintah Kota Depok semakin serius menangani persoalan sampah nasional dengan mendorong program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Hal ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakor) yang digelar oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Kamis (17/07/2025), di Jakarta.
Rakor dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi Negara, termasuk Menteri Koperasi dan UKM, Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, Walikota Depok Dr. H Supian Suri didampingi Kadis LHK Kota Depok, Abdul Rahman dan Kabag Hukum Setda Kota Depok.
Membahas penerapan teknologi pengolahan sampah, sebagai solusi jangka panjang terhadap masalah penumpukan sampah Kota.
Walikota Depok, Dr. H Supian Suri, menegaskan dukungannya terhadap pengembangan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi berkelanjutan untuk masalah sampah di wilayah perkotaan.
“Kota Depok siap mendukung langkah ini, dengan kebijakan, kesiapan lahan, dan kolaborasi antarinstansi, agar persoalan sampah dapat dikelola secara tuntas dan berkelanjutan,” kata Supian, usai menghadiri rapat terkait revisi Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan bersama sejumlah menteri di Jakarta.
Supian Suri menyebutkan bahwa pengembangan PSEL merupakan langkah besar yang dapat menjawab dua tantangan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan penyediaan energi ramah lingkungan.
“Kami percaya, kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan Pusat, akan mempercepat implementasi teknologi ini di Kota Depok,” tambahnya.
Supian menjelaskan bahwa TPA Cipayung, tempat pembuangan akhir sampah, kini berada dalam kondisi overload.
Hal ini menjadi sinyal bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi modern harus segera dilakukan, ini strategis untuk mengurangi beban sampah dan menghasilkan energi listrik.
“Sampah yang selama ini menjadi beban, kini bisa diubah menjadi energi terbarukan yang bermanfaat. Teknologi PSEL menjadi solusi masa depan yang harus kita dukung bersama,” lanjutnya.
Menariknya, Kota Depok juga telah melangkah lebih dulu melalui edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, dan pendirian maggot di 63 Kelurahan. Program ini menjadi bagian dari gerakan budaya bersih dan bijak mengelola sampah yang tengah digalakkan Pemkot Depok.
“Jika masyarakat mulai memilah sampah dari rumah, maka jumlah sampah yang masuk ke TPA bisa ditekan. Ini menjadi kunci keberhasilan dari sistem PSEL,” tegas Supian.
Langkah inovatif ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mewujudkan Kota hijau dan mandiri energi, sekaligus menjawab tantangan lingkungan dengan solusi berkelanjutan.
Langkah ini menjadi salah satu komitmen Walikota Depok untuk mewujudkan Kota Depok yang lebih bersih, hijau, dan ramah lingkungan, sampah bukan lagi masalah, tapi potensi energi masa depan. (**).













