Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

WAYANG Comeback dengan Formasi Baru, Single “Mati Aku Mati” Tawarkan Warna Alternatif Rock yang Lebih Berani

Lagu ini menjadi penanda era baru Wayang setelah melakukan perubahan besar dalam formasi hingga arah musikal.( Dok pribadi).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Band legendaris Indonesia, Wayang, kembali menggeliat di industri musik nasional dengan merilis single terbaru berjudul “Mati Aku Mati”. Lagu ini menjadi penanda era baru Wayang setelah melakukan perubahan besar dalam formasi hingga arah musikal.

Setelah hampir tiga dekade berkiprah sejak 1995, Wayang kini tampil dengan wajah berbeda. Formasi terbaru mereka terdiri dari Taurin (vokal), Odji (bass), Ilham (gitar), Aie (gitar), dan Farid (drum). Perubahan ini tidak hanya menghadirkan personel baru, tetapi juga membawa pendekatan musik yang lebih segar dan modern.

Odji, satu-satunya personel lama yang tersisa, menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan langkah sadar untuk menjaga eksistensi band di tengah dinamika industri musik.

“Kami ingin menghadirkan Wayang dengan energi baru, baik dari segi formasi maupun musikalitas. Ini bukan sekadar pergantian personel, tapi juga pembaruan identitas,” ujarnya.

Dari Pop Rock ke Alternatif Rock

Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang identik dengan nuansa pop rock, single “Mati Aku Mati” mengusung genre alternatif rock dengan karakter yang lebih kuat. Aransemen gitar yang tebal, ritme dinamis, serta vokal perempuan yang khas menjadi pembeda utama dalam rilisan terbaru ini.

Lagu ini ditulis oleh Ilham Ramadhan dan terinspirasi dari pengalaman pribadi semasa sekolah. Cerita yang diangkat berkisar pada rasa kagum dan cinta mendalam terhadap seseorang, yang digambarkan secara emosional melalui lirik dan komposisi musik.

Menurut Ilham, pemilihan lagu ini sebagai single utama dilakukan melalui proses kurasi dari beberapa materi yang telah disiapkan.

“Secara lirik mudah dipahami, tapi dibungkus dengan musik yang powerful. Itu yang membuat lagu ini terasa kuat sebagai pembuka era baru Wayang,” katanya.

Strategi Rebranding dan Harapan ke Depan

Masuknya vokalis perempuan juga menjadi bagian dari strategi rebranding Wayang. Taurin menyebut perubahan ini sebagai langkah berani yang berpotensi menghadirkan respons beragam dari penggemar lama maupun pendengar baru.

Meski demikian, ia mengaku optimistis karena respons awal dari rekan musisi dan pendengar cukup positif.

Tak hanya itu, Wayang juga melakukan penyegaran identitas penggemar dengan mengganti sebutan dari “Wayangku” menjadi “Pendongeng”.

Langkah ini menegaskan komitmen band untuk terus berkembang tanpa meninggalkan akar musikal mereka yang telah melahirkan sejumlah hits seperti “Damai”, “Dongeng”, hingga “Andai Kau Ada”.

Sudah Tersedia di Platform Digital

Single “Mati Aku Mati” kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Video liriknya juga telah dirilis melalui kanal YouTube resmi Wayang.

Dengan energi baru dan pendekatan musikal yang lebih eksplosif, Wayang berharap dapat kembali merebut perhatian penikmat musik Tanah Air, sekaligus memperluas jangkauan pendengar di era digital.

Perjalanan baru ini menjadi taruhan sekaligus pembuktian bahwa band yang telah melahirkan banyak lagu hits tersebut masih relevan di tengah persaingan industri musik yang terus berubah.