Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

DBL Camp 2026 Perkuat Sport Science, Azrul Ananda: Buka Jalan Atlet Muda Raih Mimpi hingga Beasiswa Luar Negeri

Kopi Good Day DBL Camp 2026, kembali digelar di Jakarta dengan pendekatan sport science yang semakin komprehensif, sekaligus mempertegas perannya sebagai wadah pengembangan talenta basket pelajar menuju level internasional.(Rr)
banner 120x600

Jakarta|| Radapost.id

Program pembinaan atlet muda, Kopi Good Day DBL Camp 2026, kembali digelar di Jakarta dengan pendekatan sport science yang semakin komprehensif, sekaligus mempertegas perannya sebagai wadah pengembangan talenta basket pelajar menuju level internasional.

Kegiatan yang berlangsung di DBL Academy East Jakarta ini diikuti lebih dari 250 student-athlete hasil seleksi kompetisi liga pelajar nasional dari 31 kota dan 22 provinsi di Indonesia.

Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, menegaskan bahwa penyelenggaraan tahun ke-17 ini bukan sekadar pemusatan latihan, tetapi juga bagian dari ekosistem pembinaan jangka panjang bagi atlet muda.

“Sejak 2008 kami mengumpulkan pemain dari seluruh Indonesia, memberi mereka pelatihan bersama pelatih internasional, dan melakukannya secara konsisten. Mungkin ini salah satu program olahraga di Indonesia yang bisa bertahan selama 17 tahun,” kata Azrul.

Ia menambahkan, DBL Camp dirancang sebagai platform terbuka yang memberi kesempatan luas bagi pelajar untuk berkembang tanpa keterikatan.

“DBL berharap bisa menjadi panggung bagi anak-anak muda Indonesia untuk mencapai mimpi mereka. Kami tidak mengikat, hanya memberi kesempatan agar mereka bisa menunjukkan kemampuan dan meraih peluang, termasuk beasiswa pendidikan dan kesempatan bermain di luar negeri,” ujarnya.

Menurut Azrul, sejumlah alumni DBL Camp telah memperoleh beasiswa dan berkarier di luar negeri, termasuk di Amerika Serikat melalui jalur basket. Peserta yang terpilih dalam program lanjutan bahkan berkesempatan mengikuti turnamen internasional yang membuka peluang pemantauan langsung oleh pelatih asing.

Pendekatan sport science menjadi pembeda utama pada DBL Camp tahun ini. Sejumlah perangkat pengukuran performa seperti Nordbord, Force Frame, dan Force Decks digunakan untuk menganalisis kekuatan otot, keseimbangan, serta performa lompatan atlet secara detail.

“Data dari pengukuran ini membantu melihat potensi, kebutuhan latihan, hingga risiko cedera. Ini seperti laboratorium olahraga,” kata Azrul.

Selain itu, metode pengujian daya tahan kini menggunakan Yo-Yo Test yang dinilai lebih sesuai dengan karakter permainan basket modern yang mengandalkan intensitas tinggi dengan interval.

Pelatih dari World Basketball Academy Australia, Keegan Crawford, menilai program ini telah mengikuti perkembangan global.

“Fasilitas dan metode pelatihan di sini sudah selaras dengan standar internasional, terutama dalam penggunaan data untuk meningkatkan performa pemain,” ujarnya.

Selama pelaksanaan camp, Badan Tim Nasional Indonesia turut memantau perkembangan peserta sebagai bagian dari proses pencarian talenta. Manajer tim nasional, Ronny Gunawan, juga hadir dalam pembukaan kegiatan.

Azrul menambahkan, keberadaan DBL Camp juga membantu memperluas jangkauan pencarian bakat di luar sistem yang sudah ada.

“Semakin luas jaring pencarian, semakin besar peluang menemukan talenta yang sebelumnya belum terpantau,” ujarnya.

DBL Camp 2026 menjadi tahapan penting dalam pembentukan skuad elite DBL Indonesia All-Star 2026. Pada edisi kali ini, panitia menambah kuota jalur wildcard guna membuka peluang lebih besar bagi peserta yang belum lolos seleksi utama.

Selain pemusatan latihan, rangkaian kegiatan akan ditutup dengan festival basket di Jakarta yang menghadirkan berbagai kompetisi dan aktivitas komunitas.

Melalui konsistensi penyelenggaraan serta penguatan pendekatan ilmiah, DBL Camp diharapkan terus menjadi salah satu fondasi penting dalam mencetak generasi atlet basket Indonesia yang mampu bersaing di level global.