JAKARTA|| Radarpost.id
Trio musik WIJAYA80 kembali menyapa penikmat musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul “Lagu Kenangan”, sebuah karya yang telah lama dinantikan penggemarnya sejak pertama kali dibawakan secara langsung di berbagai panggung pada 2025.
Menjadi rilisan nonkolaborasi pertama WIJAYA80 sepanjang 2026, “Lagu Kenangan” menghadirkan kisah patah hati yang dikemas dalam balutan pop balada dengan sentuhan musik Jepang. Lagu ini sekaligus menandai langkah baru grup yang digawangi Ardhito Pramono, Hezky Joe, dan Erikson Jayanto menuju album penuh yang dijadwalkan meluncur tahun depan.

Berbeda dari lagu patah hati pada umumnya, “Lagu Kenangan” menyampaikan pesan yang lugas bahwa minuman beralkohol bukanlah jalan keluar untuk menyembuhkan luka emosional.
Lirik seperti “Berjuta gelas dan alkohol yang menemani malam ini, takkan bisa membuat diriku melupakan dirimu” menjadi benang merah cerita yang dibangun sejak awal hingga akhir lagu.
Ardhito Pramono mengungkapkan, lagu tersebut lahir dari pengalaman pribadinya ketika tanpa sengaja bertemu mantan kekasih yang telah bersama orang lain.
“Diambil dari kisah gue sendiri sebenarnya. Melihat mantan pasangan di sebuah bar, namun dengan orang lain. Nggak ada opsi selain tetap tersenyum di depan mereka walaupun di tengah sedih dan haru. Waktu pindah bar dan mencoba minum sebanyak-banyaknya, nyatanya hal itu nggak pernah jadi solusi patah hati,” ujar Ardhito.
Senada dengan itu, Hezky Joe menambahkan bahwa setiap orang memiliki cara berbeda untuk mengalihkan rasa kehilangan, tetapi kenangan tetap tidak mudah dihapus.
“Jadi walaupun berjuta-juta yang kita keluarkan—entah untuk makanan, minuman, atau belanja, tergantung coping mechanism masing-masing—tetap tidak bisa menghapus kenangan yang pernah ada,” kata Hezky.
Dari sisi musikalitas, WIJAYA80 memilih pendekatan yang berbeda melalui inspirasi gaya penulisan lagu Jepang yang dikenal lugas dalam menyampaikan emosi. Ardhito dan Hezky mempercayakan Erikson Jayanto sebagai produser tunggal untuk meramu karakter musik yang sederhana namun emosional.
Nuansa balada diperkuat melalui permainan gitar nilon pada bagian solo, dipadukan dengan aransemen pop yang hangat dan melankolis. Proses produksinya pun berlangsung sederhana di sebuah apartemen berlatar langit malam Jakarta, yang menurut Ardhito turut membentuk atmosfer lagu.
Meski baru resmi dirilis, “Lagu Kenangan” sejatinya telah hidup di kalangan penggemar selama hampir setahun. Lagu tersebut beberapa kali dibawakan dalam konser WIJAYA80 dan mendapat respons positif. Potongan video penampilannya di media sosial bahkan ditonton ribuan kali dan dipenuhi permintaan agar segera dirilis secara resmi.
Sebagai pelengkap perilisan, WIJAYA80 juga menghadirkan video musik yang direkam di Tokyo, Jepang, pada 2025. Video tersebut disutradarai sekaligus disunting oleh Ardhito Pramono, dengan Dudhy Lisatrio sebagai kameramen.
Mengusung konsep sederhana, seluruh personel tampil menyusuri jalanan Tokyo pada malam hari di tengah rintik hujan. Tanpa banyak rekayasa artistik, video tersebut mengandalkan suasana kota dan pengambilan gambar bergaya dokumenter untuk memperkuat nuansa melankolis yang dihadirkan lagu.
“Lagu Kenangan” kini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan menjadi pembuka perjalanan WIJAYA80 menuju album terbaru yang direncanakan rilis pada 2027.













