Jakarta | | Radarpost.id
Aksi warga menggambar ulang zebra cross yang telah memudar di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, menjadi sorotan publik. Inisiatif tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap lambannya respons pemerintah dalam memperbaiki fasilitas penyeberangan demi keselamatan pejalan kaki.
Inisiator aksi, Ijoel, mengatakan bahwa zebra cross di lokasi tersebut telah hilang sejak 2025 tanpa ada perbaikan dari pihak berwenang. Kondisi itu dinilai membahayakan warga yang hendak menyeberang, terutama di ruas jalan dengan lalu lintas padat.
“Ini bentuk sindiran saja. Kami sebagai warga bisa bergerak, masa pemerintah tidak,” ujar Ijoel saat dikonfirmasi, Minggu.
Aksi tersebut dilakukan bersama sejumlah pegiat seni jalanan dengan menggunakan cat semprot. Selain mempertahankan pola hitam-putih khas zebra cross, mereka menambahkan sentuhan visual berupa warna-warni dan karakter gim ikonik untuk menarik perhatian pengguna jalan.
Meski diberi elemen artistik, Ijoel menegaskan fungsi utama zebra cross tetap menjadi prioritas. Sekitar 70 persen area tetap didominasi garis penyeberangan agar tetap terlihat jelas oleh pengendara.
“Kami tetap utamakan fungsi. Jangan sampai nilai keselamatan hilang,” katanya.
Salah satu seniman yang terlibat, Kemas, menjelaskan bahwa cat yang digunakan bersifat sementara dan diperkirakan hanya bertahan sekitar satu bulan. Hal itu karena material yang digunakan bukan standar jalan raya.
“Cat ini bukan khusus jalan, jadi kemungkinan cepat pudar. Berbeda dengan milik pemerintah yang biasanya dicampur bahan khusus agar lebih tahan lama,” ujarnya.
Aksi ini bukan kali pertama dilakukan oleh Ijoel. Sebelumnya, ia juga kerap menandai jalan berlubang dengan cat putih sebagai bentuk kritik sekaligus peringatan bagi pengguna jalan.
Fenomena ini mencerminkan meningkatnya partisipasi warga dalam menyuarakan kebutuhan fasilitas publik yang layak, khususnya terkait keselamatan pejalan kaki di perkotaan.
Pengamat tata kota menilai, langkah warga tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk lebih responsif terhadap infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait aksi pengecatan ulang zebra cross oleh warga tersebut.













