Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Kembali Terjerat Narkoba, Eks Manajemen Fariz RM Sebut “Buang Tenaga, Energi dan Materi”

Fariz RM beberapa waktu sebelum kembali tertangkap, sudah susah konsentrasi (iBonk)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Kembali berurusan dengan hukum akibat kasus narkoba untuk keempat kalinya, penangkapan Fariz RM dikabarkan mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemarnya yang mempertanyakan penyebab di balik keterpurukan sang musisi. Beredar spekulasi bahwa tekanan untuk terus berkarya menjadi salah satu faktor utama yang membuat Fariz RM kembali terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika.

Permata Warokka, mantan pimpinan manajemen Fariz RM, mengungkapkan bahwa selama mendampinginya, tidak ada satu pun karya yang benar-benar rampung. “Tanpa narkoba, Fariz merasa tidak kreatif. Selama bekerja sama, tidak ada satu pun lagu yang selesai,” ungkap Permata dalam wawancara dengan media.

Ketika flashback ketahun 2018 silam, dimana Permata sempat menerima tawaran kerja sama dengan Fariz RM untuk membentuk sebuah band bernama Lady’s First, yang beranggotakan musisi perempuan dengan Fariz sebagai satu-satunya pria sekaligus vokalis. Tim manajemen bahkan sempat mencari rumah di kawasan Bintaro Discovery untuk dijadikan studio latihan. Namun, proyek tersebut harus terhenti setelah tiga bulan berjalan lantaran Fariz kembali tersandung kasus narkoba.

Sebelum menerima tawaran tersebut, Permata mengaku ragu bekerja sama karena Fariz sudah pernah ditangkap dua kali. Namun, saat itu Fariz meyakinkan dirinya bahwa ia hanya melindungi mantan istri yang disebut-sebut sebagai pengguna narkoba. Keyakinan itu diperkuat oleh pernyataan Fariz dalam podcast bersama Merry Riana, yang mengklaim dirinya hanya “pasang badan”.

Kini, setelah kembali terseret dalam kasus yang sama, mantan manajemen menegaskan tidak akan memberikan bantuan. “Kami sudah tidak bekerja sama lagi. Dan saya merasa membantu dia saat itu hanyalah buang waktu, buang energi, dan buang materi. Kalau dari awal tahu dia akan kembali menggunakan narkoba, saya tidak akan pernah membantu,” tegas Permata.

Ia juga mengungkapkan bahwa Fariz RM sempat meminta bantuan finansial, termasuk permintaan transfer Rp15 juta per bulan ke rekening mantan istrinya, dengan alasan untuk keperluan ibu dan anaknya yang masih kuliah. Namun, setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, Permata akhirnya menolak permintaan tersebut.

Ketika ditanya apakah mantan manajemen bersedia membantu Fariz RM kali ini, Permata dengan tegas menyatakan tidak. “Pertama, kami sudah tidak bekerja sama dengannya. Kedua, saya pribadi merasa menolong dia saat itu hanyalah buang waktu, buang energi, dan buang materi. Kalau saya tau dia akan pakai narkoba lagi, dari dulu saya tidak akan membantu dia,” akunya.

Ia melanjutkan,”Saat itu dia mengemis-ngemis minta di bantu, bahkan minta saya untuk transfer 15 juta per bulan ke rekening mantan istrinya dengan alasan untuk keperluan ibunya dan anaknya yang saat itu masih kuliah,” beber Permata yang akhirnya tidak memenuhi permintaan Fariz karena saran dari banyak orang.

Permata juga menyoroti bahwa Fariz RM sendiri merasa tidak bisa kreatif tanpa narkoba. “Dia pernah mencoba berhenti, tapi tidak ada satu pun karya yang selesai. Suaranya juga tidak sebagus dulu. Tekanan dari fans yang terus menanyakan karya baru membuatnya menjadi peminum. Alkohol inilah yang merusak kualitas suaranya,” tambahnya lagi.

Permata seakan teringat ketika mendampingi artisnya show disejumlah kota, Fariz meminta kepada manajemen untuk tidak mengambil tawaran berturut turut. Hal itu disebabkan kondisi stamina Fariz RM menurun bila tidak menggunakan narkoba.

“Tanpa sabu sabu, stamina Fariz menurun jauh. Jadi cepat capek, tidak bisa tampil dua hari berturut turut di kota yang berbeda karena lelah di perjalanan,” kenang Permata. Hingga akhirnya Fariz kembali terjerumus ke narkotika setelah sering bertemu circle lamanya yang tinggal di Bandung, dan Jakarta.

Kabar ini semakin mempertegas betapa sulitnya perjalanan Fariz RM dalam melawan ketergantungannya pada narkoba. Keempat kalinya terjerat dalam kasus serupa, banyak pihak yang meragukan apakah sang musisi benar-benar bisa lepas dari jerat narkotika yang telah lama membelenggunya.