Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

KLMS Binangkit: Mengubah Kebiasaan dan Mindset Tidaklah Mudah Hingga Menemukan Jalan Tak Terduga

banner 120x600

Bogor ||Radarpost.id

Perjalanan Kampung Literasi Mandiri Sampah (KLMS) Binangkit, Kelompok pengolahan sampah yangberada di Tegallega ini ibarat menapaki jalan panjang yang penuh peluh. Dari sekadar kegelisahan warga terhadap kebiasaan membuang sampah di kali dan disembarang tempat, kini bergeser menjadi gerakan kolektif yang terorganisir.

Gerakan yang mendapatkan dukungan penuh dari RW dan Kelurahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pun berkontribusi dalam kegiatan penyuluhan persampahan kepada warga, hingga bantuan peralatan pemilahan sampah dalam rumah dan juga fasilitas lainnya untuk memicu aksi nyata.

KLMS Binangkit perlahan membuktikan diri: perubahan itu mungkin, asal ada tekad dan kesungguhan bersama.

Tonggak besar pun tercatat ketika Program Peningkatan Kapasitas Ormawa Himavo Likista 2025 Sekolah Vokasi IPB berhasil menorehkan prestasi tingkat nasional. Dengan mengusung tema “Strategi Pengelolaan Sampah Kota Berkelanjutan Melalui Bata Terawang (Sobat Terang)”, KLMS Binangkit dijadikan lokasi implementasi program dengan dukungan pendanaan dari Kemendikti yang berjalan selama 6 bulan.

Hasilnya bukan sekadar lomba, tapi lahir inovasi konkret yang memberi warna baru dalam pengelolaan sampah:

Bata Terawang, teknologi pengomposan aerob yang ramah lingkungan dengan menggunakan bata ber-celah. Kemudian Mesin Gibrik, pembersih sampah plastik yang air sisa cucinya bisa diolah menjadi POC (Pupuk Organik Cair), dan kantong plastiknya siap dikeringkan dan dikumpulkan untuk didaur ulang kembali. Serta integrasi aquakultur, bioflok, dan aquaponik sebagai solusi produktif yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan ketahanan pangan warga.

Inovasi-inovasi ini bukan hanya alat, tapi simbol perubahan: dari masalah menjadi peluang, dari beban menjadi sumber kehidupan.

Tak berhenti di situ, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir. Perumda Tirta Pakuan dan Rumah Zakat pun turut memberikan bantuan kepada KLMS Binangkit dengan difasilitasi Bapperida Kota Bogor, telah ikut menopang perjalanan KLMS Binangkit. Kehadiran mereka menambah energi baru, bahwa gerakan warga bisa diperkuat oleh jejaring kolaborasi lintas lembaga.

Hilman, Ketua KLMS Binangkit Tegallega menegaskan bahwa setiap langkah pasti ada tantangan. “Mengubah kebiasaan dan mindset warga tentang sampah itu bukan hal yang mudah. Oleh karenanya jangan mengeluh dan mudah menyerah. Ada saja jalan tak terduga yang akan nampak di depan mata, terus saja melangkah, tantangan bukanlah halangan” ujarnya penuh keyakinan.

Kini, KLMS Binangkit bukan sekadar tempat pengumpulan sampah, tetapi juga mercusuar kecil yang memberi cahaya: bahwa sampah bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari lahirnya kreativitas, kemandirian, dan harapan.