Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Isna Marifa Masuk Shortlist Chommanard Award 2026 lewat Novel “Mountains More Ancient”

Penulis Indonesia Isna Marifa menorehkan prestasi di kancah internasional setelah novelnya Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri) masuk daftar pendek Chommanard International Women’s Literary Award 2026.(Istimewa).
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Penulis Indonesia Isna Marifa menorehkan prestasi di kancah internasional setelah novelnya Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri) masuk daftar pendek Chommanard International Women’s Literary Award 2026 yang digelar di Bangkok, Thailand.

Penghargaan tersebut merupakan ajang sastra bergengsi yang ditujukan bagi penulis perempuan dari negara-negara ASEAN, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, dengan penilaian mencakup relevansi budaya, dampak sosial, serta kualitas karya sastra.

Pemenang Chommanard Award 2026 dijadwalkan diumumkan pada malam penganugerahan (Award Night) pada 3 April 2026 di Bangkok.

Isna Marifa mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menilai masuknya karyanya dalam daftar pendek menjadi pengakuan bahwa kisah yang diangkat memiliki resonansi lintas negara.

“Saya sangat bersyukur Mountains More Ancient masuk daftar pendek Chommanard Award. Rasanya seperti mimpi bisa disebut bersama para penulis yang begitu mumpuni.

Pengakuan ini menunjukkan bahwa kisah dalam novel ini juga relevan di luar Indonesia,” ujar Isna.

Pencapaian ini menambah deretan prestasi sastra Indonesia di tingkat global, setelah sebelumnya Ratih Kumala meraih penghargaan serupa lewat novel Gadis Kretek.

Novel Mountains More Ancient berlatar tahun 1751 dan mengisahkan perjalanan seorang anak perempuan bernama Wulan yang bersama ayahnya dibawa menyeberangi lautan menuju Cape Colony, Afrika Selatan.

Dalam lingkungan yang asing, mereka berjuang mempertahankan identitas, keyakinan, dan ingatan, sekaligus membangun kehidupan dalam komunitas multikultural yang kemudian dikenal sebagai Cape Malay.

Karya ini pertama kali diterbitkan pada 2020 dengan judul Sapaan Sang Giri. Versi bahasa Inggrisnya terbit pada 2022, disusul edisi kedua dalam bahasa Indonesia pada 2024.

Sejumlah tokoh turut memberikan apresiasi terhadap novel tersebut. Pianis dan komponis Ananda Sukarlan menilai karya itu tidak hanya kuat secara naratif, tetapi juga mengangkat nilai-nilai sejarah dan ajaran Jawa kuno secara artistik.

Sementara itu, pemerhati sosial dan budaya Halida Nuriah Hatta menyebut novel tersebut mampu menggugah emosi pembaca dengan menghadirkan realitas pahit sejarah, termasuk pengalaman perbudakan yang dialami masyarakat Indonesia di berbagai wilayah seperti Suriname dan Afrika Selatan.

Masuknya Mountains More Ancient dalam daftar pendek Chommanard Award mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap fiksi sejarah Indonesia, khususnya yang mengangkat tema kolonialisme, perpindahan paksa, dan keterikatan manusia dengan tanah asalnya.