Jakarta|| Radarpost.id
Pergi ke Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, perlahan tak lagi identik dengan perjalanan panjang dan persoalan parkir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan peningkatan konektivitas menuju stadion tersebut, salah satunya dengan menambah satu peron di Stasiun KRL JIS.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan penambahan peron itu akan diupayakan dalam waktu dekat. Saat ini, Stasiun KRL JIS baru memiliki satu peron yang melayani penumpang.
“Seperti saudara-saudara ketahui sekarang ini konektivitas untuk ke JIS sudah jauh lebih baik. Sekarang ini sudah ada KRL yang berhenti di JIS, walaupun masih satu peron. Kami akan upayakan untuk menjadi dua peron dalam waktu dekat ini,” kata Pramono di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).
Penambahan peron menjadi bagian dari upaya memperkuat akses transportasi publik menuju JIS. Kehadiran layanan KRL di kawasan stadion membuat masyarakat memiliki pilihan perjalanan selain kendaraan pribadi.
Bagi sebuah stadion yang kerap menjadi lokasi pertandingan olahraga, konser musik, hingga berbagai kegiatan berskala besar, akses transportasi publik menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman penonton.
Parkir di Ancol, Tak Perlu Bayar Tiket Masuk
Selain membenahi akses melalui transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan alternatif bagi masyarakat yang tetap memilih menggunakan kendaraan pribadi.
Pramono mengatakan area parkir di kawasan Ancol dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang hendak menghadiri acara di JIS. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar stadion.
Menariknya, pengunjung yang memarkir kendaraan di Ancol untuk kemudian menuju JIS disebut tidak perlu membayar tiket masuk Ancol. Masyarakat cukup membayar tarif parkir.
“Antara JIS dengan Ancol sudah kami hubungkan, sehingga kalau mau nonton di JIS enggak perlu parkirnya di JIS. Parkirnya lebih baik ada di Ancol dan hanya dikenakan tarif parkir untuk nonton pertandingan itu,” ujar Pramono.
Menurut dia, skema tersebut telah dikoordinasikan dengan pengelola JIS dan Ancol. Dengan begitu, kawasan Ancol dapat menjadi kantong parkir bagi penonton yang datang ke berbagai acara di JIS.
Pramono berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal. Bagi Pemprov DKI, pengaturan parkir bukan sekadar persoalan menyediakan ruang bagi kendaraan, tetapi juga bagian dari upaya membuat mobilitas menuju JIS lebih tertata.
“Sehingga begitu masuk ke Ancol, kan dulu ada yang harus bayar, nggak. Bayarnya adalah bayar parkir. Saya sudah minta kepada, baik kepada JIS maupun kepada Ancol, untuk itu yang diperlakukan. Sehingga orang betul-betul akan memanfaatkan parkir di Ancol semaksimal mungkin,” katanya.
Menata Perjalanan Menuju JIS
Pembenahan konektivitas Stasiun KRL JIS dan penyediaan parkir di Ancol menunjukkan arah yang sama: membuat perjalanan menuju Jakarta International Stadium lebih mudah, terutama ketika stadion dipadati penonton.
Dengan dua peron nantinya, kapasitas dan kelancaran pergerakan penumpang di Stasiun KRL JIS diharapkan dapat semakin baik. Sementara itu, kantong parkir di Ancol menjadi alternatif bagi pengunjung yang datang menggunakan kendaraan pribadi.
Bagi Jakarta yang terus bergerak dengan agenda olahraga, hiburan, dan pertunjukan berskala besar, konektivitas seperti ini menjadi bagian penting dari wajah kota metropolitan.
JIS bukan lagi sekadar bangunan stadion. Ketika kawasan di sekitarnya mulai dihubungkan dengan transportasi publik dan sistem parkir yang lebih terintegrasi, perjalanan menuju sebuah acara pun diharapkan menjadi bagian yang lebih nyaman dari pengalaman warga Jakarta.













