Jakarta || Radarpost.id
Semangat pemberdayaan dan kebersamaan melahirkan karya bernilai ekonomi dari tangan-tangan kreatif anggota Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ranting 2 Yonkav 7 Cabang XIII Brigkav 1 PD Jaya. Produk tersebut dikenal dengan nama Pragosa Bag, tas rajut yang kini mulai mencuri perhatian.
Pragosa Bag pertama kali digagas pada 2024, saat kepemimpinan Persit Ranting 2 Yonkav 7 berada di bawah Ibu Indah Hanung. Kala itu, organisasi tidak hanya menjalankan kegiatan rutin, tetapi juga mulai diarahkan pada program produktif yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi anggota.
Memasuki masa kepemimpinan Ibu Irma Wahyuansyah, pengembangan Pragosa Bag semakin menunjukkan progres signifikan. Produk ini bahkan dijadwalkan tampil dalam ajang Pameran Persit Bisa Vol.2, dengan membawa berbagai inovasi dan desain terbaru.
Upaya peningkatan kualitas juga dilakukan melalui pelatihan keterampilan yang menghadirkan pelatih khusus. Program ini bertujuan membekali anggota dengan kemampuan menghasilkan produk bernilai jual tinggi secara berkelanjutan.
Dari proses tersebut, muncul salah satu sosok berbakat, Ny. Astin, yang memiliki keahlian menonjol dalam merajut. Karya tas rajut buatannya dinilai memiliki kualitas, keunikan, dan nilai estetika tinggi, hingga menjadi inspirasi utama pengembangan Pragosa Bag secara lebih serius.
Menggunakan bahan rajut metalik dengan pilihan warna yang beragam, Pragosa Bag tampil sebagai produk yang elegan sekaligus fungsional. Hingga kini, produksinya telah mencapai sekitar 300 unit.
Untuk memperluas pasar, Pragosa Bag juga dipromosikan melalui media sosial Instagram @pragosamarket. Langkah ini menjadi strategi penting dalam memperkenalkan produk kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.
Keberadaan Pragosa Bag menjadi bukti bahwa kreativitas dan kebersamaan mampu melahirkan peluang ekonomi baru. Lebih dari sekadar produk, Pragosa Bag mencerminkan semangat kemandirian dan inovasi para ibu-ibu Persit dalam berkarya.













