Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Letda Menanda Ukir Sejarah, Perwira Buddha Tionghoa Raih Adhi Makayasa AAL 2025 di Era Prabowo Subianto

Letnan Dua Laut (P) Menanda Putra Duta mencatatkan sejarah baru di lingkungan TNI Angkatan Laut setelah meraih penghargaan Adhi Makayasa 2025 dari Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-70.(Istimewa)
banner 120x600

Jakarta|| Radarpost.id

Letnan Dua Laut (P) Menanda Putra Duta mencatatkan sejarah baru di lingkungan TNI Angkatan Laut setelah meraih penghargaan Adhi Makayasa 2025 dari Akademi Angkatan Laut (AAL) angkatan ke-70.

Prestasi tersebut menjadikannya sebagai perwira keturunan Tionghoa beragama Buddha pertama yang berhasil meraih penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik AAL. Ia dilantik langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Perasaan saya tentunya sangat bangga dan senang sekali, karena ini merupakan kesempatan yang sangat luar biasa bagi saya,” kata Menanda dalam keterangannya, Sabtu.

Ia menilai penghargaan Adhi Makayasa memiliki arti penting dalam perjalanan kariernya sebagai perwira TNI AL, sekaligus menjadi pengingat untuk terus menjaga performa dan dedikasi dalam setiap penugasan.

Menurut Menanda, pencapaiannya tidak dilandasi ambisi sejak awal, melainkan hasil dari konsistensi menjalankan tanggung jawab selama masa pendidikan.

“Pada awalnya saya tidak berpikir untuk menjadi Adhi Makayasa. Yang saya lakukan sehari-hari adalah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, memberikan yang terbaik untuk institusi, banyak belajar, dan menghindari pelanggaran,” ujarnya.

Ia mengungkapkan tantangan terbesar selama menempuh pendidikan di AAL justru berasal dari diri sendiri, terutama dalam menjaga disiplin di tengah aturan yang ketat.

“Tantangan sebenarnya adalah pada diri sendiri, karena kita hidup berdampingan dengan aturan yang mengikat,” katanya.

Menanda menegaskan bahwa kunci keberhasilannya bukan pada rasa mampu, melainkan pada usaha maksimal dalam setiap proses.

“Pada dasarnya saya tidak merasa mampu. Penghargaan ini adalah reward. Dalam pendidikan, saya hanya berusaha memberikan yang terbaik dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaknai pencapaiannya sebagai representasi kuatnya nilai toleransi di tubuh TNI.

“Maknanya sangat mendalam, karena ini menunjukkan kepada publik bahwa toleransi di TNI sangat tinggi dan tidak membedakan etnis,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran besar keluarga sebagai sistem pendukung utama selama menjalani pendidikan militer.

“Peran keluarga sangat besar. Mereka adalah support system yang memberikan dampak besar selama saya menjalani pendidikan,” katanya.

Sebagai perwira muda TNI AL, Menanda berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

“Prinsip saya adalah memberikan karya terbaik bagi masyarakat, bangsa, negara, dan dunia,” ucapnya.

Ke depan, ia optimistis TNI Angkatan Laut akan terus berkembang seiring penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) nasional.

“Angkatan Laut akan berkembang sangat besar karena Indonesia saat ini berada pada tahap pengembangan alutsista dalam skala besar,” jelasnya.

Menutup pernyataannya, Menanda berpesan kepada generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi dan bekerja keras mewujudkannya.

“Berani bermimpi, dan ingat, ‘won’t work unless you do’,” katanya.