Jakarta|| Radarpost.id
Film biopik tentang legenda musik dunia, Michael Jackson, langsung mencetak sejarah di industri perfilman global. Film berjudul Michael ini sukses besar di box office dengan pendapatan fantastis sejak awal penayangannya.
Diproduksi oleh Lionsgate dan disutradarai oleh Antoine Fuqua, film ini meraup sekitar Rp 1,5 triliun di Amerika Utara dan mencapai Rp 3,5 triliun secara global hanya dalam akhir pekan pertama.
Capaian tersebut menjadikan Michael sebagai film biopik dengan pembukaan terbesar sepanjang masa, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang oleh Straight Outta Compton.
Tak hanya itu, performa film ini juga berhasil mengungguli debut awal Bohemian Rhapsody, yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu biopik musik tersukses di dunia.
Kisah Awal hingga Puncak Karier
Film Michael mengangkat perjalanan hidup sang “King of Pop” sejak masa kecilnya bersama grup keluarga Jackson 5 hingga mencapai puncak ketenaran sebagai ikon global.
Peran Michael diperankan oleh keponakannya sendiri, Jaafar Jackson, yang menjalani debut akting lewat film ini. Sementara itu, aktor Colman Domingo dan Nia Long turut memerankan orang tua Michael, Joe dan Katherine Jackson.
Sukses Besar, Tapi Tak Lepas Kritik
Meski sukses secara komersial, film ini tak luput dari sorotan. Sejumlah kritikus menilai Michael terlalu “aman” karena tidak mengangkat isu kontroversial, termasuk tuduhan pelecehan seksual yang pernah membayangi karier sang bintang di masa akhir hidupnya.
Menariknya, respons penonton justru menunjukkan hal berbeda. Film ini mendapatkan nilai “A-” dari CinemaScore, menandakan penerimaan yang kuat dari audiens.
Produksi Mahal dengan Perubahan Cerita
Dengan biaya produksi hampir Rp 3,2 triliun, Michael menjadi salah satu film biopik termahal yang pernah dibuat.
Awalnya, naskah film sempat memasukkan kisah gugatan pelecehan tahun 1993. Namun, bagian tersebut akhirnya dihapus karena adanya klausul hukum yang membatasi penggambaran pihak penuduh dalam media film.
Sebagai gantinya, film ditutup dengan momen tur “Bad” pada 1988—sebuah periode yang dianggap sebagai puncak kejayaan Michael Jackson di panggung dunia.
Terlepas dari pro dan kontra, Michael membuktikan bahwa kisah hidup sang legenda masih memiliki daya tarik luar biasa di mata publik. Kombinasi nostalgia, musik ikonik, dan produksi besar menjadikan film ini sebagai salah satu tontonan paling dibicarakan tahun ini.













