JAKARTA|| Radarpost.id
Pernikahan Machi Achmad dan Ersa yang digelar di Parle, Jakarta, Sabtu (6/6/2026), menghadirkan suasana hangat sekaligus elegan yang kini menjadi wajah baru tren wedding modern di Indonesia.
Tidak hanya merayakan hari bahagia kedua mempelai, acara tersebut juga memperlihatkan bagaimana konsep pernikahan masa kini semakin mengedepankan keakraban, pengalaman personal, dan nuansa yang lebih intim.
Dipilihnya Parle sebagai lokasi resepsi menjadi daya tarik tersendiri. Venue yang dikenal dengan atmosfer premium dan hiburan modern itu disulap menjadi ruang perayaan yang terasa hangat, santai, namun tetap berkelas.
Kehadiran Aldi Taher dan Marshel Widianto sebagai pembawa acara pun membuat suasana semakin cair dan penuh keceriaan.
Di tengah tren pernikahan yang terus berkembang, konsep intimate wedding memang semakin diminati pasangan muda. Tidak lagi berfokus pada kemewahan yang formal, banyak pasangan kini memilih perayaan yang lebih dekat dengan keluarga dan sahabat terdekat agar momen terasa lebih personal.
Owner Parle, Sony Harsono, menilai perubahan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup generasi baru yang ingin menghadirkan pengalaman berbeda dalam hari spesial mereka.
“Sekarang wedding lebih hangat dan dekat dengan tamu. Pengantin bisa menikmati acara bersama orang-orang terdekat, bukan hanya menjadi pusat perhatian di pelaminan,” ujar Sony Harsono.
Menurut Sony, pernikahan Machi dan Ersa juga menjadi momen spesial bagi Parle karena untuk pertama kalinya venue tersebut dipercaya menggelar pesta pernikahan. Pada tanggal cantik 6 Juni 2026, Parle bahkan menjadi lokasi dua prosesi akad nikah sekaligus.
Fenomena memilih tanggal unik seperti 6-6-2026 juga menjadi bagian dari tren pernikahan saat ini. Selain mudah diingat, tanggal kembar sering dianggap membawa kesan istimewa bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen sakral mereka.
Dengan jumlah tamu mencapai ratusan orang, acara tetap terasa nyaman berkat konsep tata ruang yang dibuat lebih fleksibel dan interaktif. Para tamu tidak hanya menikmati jamuan, tetapi juga dapat berinteraksi langsung dengan pengantin sepanjang acara berlangsung.
Sony menyebut konsep seperti ini menjadi pilihan baru dalam industri wedding modern karena mampu menghadirkan keseimbangan antara kemewahan dan kenyamanan.
“Sesekali wedding tidak harus di ballroom hotel. Restoran atau lifestyle venue juga bisa menghadirkan suasana yang elegan sekaligus lebih intimate,” katanya.
Di balik suasana meriah tersebut, Sony turut menyampaikan pesan mengenai makna pernikahan sebagai perjalanan panjang yang perlu dijaga bersama.
“Pernikahan bukan hanya tentang hari bahagia, tetapi bagaimana pasangan saling mendukung dan bertumbuh bersama dalam kehidupan rumah tangga,” tuturnya.
Pernikahan Machi Achmad dan Ersa pun menjadi gambaran bagaimana tren wedding 2026 bergerak ke arah yang lebih personal, hangat, dan mengutamakan pengalaman berkesan bagi pasangan maupun tamu yang hadir.













