Depok || Radarpost.id
Kemacetan di jalan raya Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok. Banyak upaya yang sudah dilakukan untuk mengatasi masalah kemacetan termasuk rencana akan adanya pelebaran jalan sepanjang jalan Raya Sawangan.
Pengentasan kemacetan menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang diprioritaskan. Dengan adanya sinergi bersama Pemerintah Provinsi dan Pusat maka persoalan kemacetan Jalan Sawangan dapat terselesaikan.
Proses pelebaran Jalan Raya Sawangan mulai dilakukan di awal tahun 2026. Langkah ini dilakukan untuk mengurai titik-titik kemacetan yang semakin parah, terutama saat akhir pekan.
“InsyaAllah besok (hari ini,red) kami bersama teman-teman DPR akan mulai mengukurnya. Kami lagi hitung berapa lebar yang harus dibebaskan, nanti ada tim appraisal yang akan menghitung,” kata Walikota Depok H. Supian Suri, Selasa (18/03/2025) di lakosi.
“InsyaAllah 2026 tahapan sudah dimulai, saya minta Dinas PUPR membuat DED (Detail Engineering Desain) berapa titik, mana yang harus kita bebaskan,” tambahnya.

Supian mengatakan, sejumlah hal yang telah dilakukan Pemerintah untuk mengatasi kemacetan jalan raya Sawangan seperti akan melakukan pelebaran jalan, tetapi pertumbuhan kendaraan terus meningkat sehingga tetap terjadi kemacetan di jalur tersebut.
Pemkot Depok akan mendorong alokasi dana pembebasan lahan pada anggaran perubahan APBD 2025 ini, sehingga 2026 sudah mulai eksekusi pelebaran jalan. Ini belum bisa memastikan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk pembebasan lahan dan pelebaran Jalan Raya Sawangan.
“Di sini ada Gus Huda sebagai Wakil Ketua Komisi lima yang membawa infrastruktur, tadi saya sudah minta Jalan Raya Sawangan agar dapat perhatian dari Gus Huda,” ucap Supian.
“Belum lagi dari dukungan dari anggota DPRD provinsi dan anggota DPRD Kota Depok, mudah-mudahan semangat kebersamaan kita benar-benar juga akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Depok,” katanya.
Dalam kunjungan kerja Spesifik ini, Komisi V DPR RI mengajak Ditjen Bina Marga selaku mitra kerja Komisi V DPR RI untuk berdiskusi terkait solusi dalam mengatasi kemacetan tersebut.
Anggota DPR RI Komisi V DPR-RI Sujatmiko mangatakan Pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Ada tiga solusi yang ditawarkan Dtijen Bina Marga yaitu pertama, melakukan pelebaran jalan, akan tetapi hal tersebut terkendala dengan lahan yang sekarang sudah mahal. Solusi kedua, penataan simpang, hal tersebut dikarenakan hasil penilaian ada empat atau lima titik kemacetan di jalur tersebut, solusi yang ini yang di anggap memungkinkan.
“Nanti akan dilihat apabila butuh dukungan Pemerintah tentu akan masuk ke dalam antrian dukungan Pemerintah Pusat,” jelasnya.
Dikatakannya, Jalan Raya Sawangan merupakan jalan Nasional sehingga pembangunan fisiknya dari pemerintah pusat. Sedangkan pembebasan lahan dilakukan oleh Pemerintah Kota Depok.
“Misalnya Parung Bingung ya dieksekusi dulu, terus nanti Tugu Batu, mungkin juga depan BDN. Tapi Insya Allah di tahun depan sudah. Jalan Raya Sawangan merupakan jalan nasional. Nantinya Pemkot Depok memiliki wewenang dalam pembebasan lahan dan perencanaan detail engineering. Sedangkan untuk fisik pembangunan, Pemkot Depok akan berkoordinasi dengan pusat,” jelasnya.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, M Faizin mengatakan, saat ini DED akan dibuat di Anggaran Belanja Tambahan (ABT) tahun 2025.
“Mudah-mudahan masuk di anggaran perubahan DED nya, rencana teknisnya nanti 2026 sudah bisa dilakukan, mana yang butuh pelebaran, mana yang pembebasan lahan, mana yang memakai badan jalan yang masih lebar,” tandasnya.
Teknisnya, kata dia, pelebaran dilakukan dalam tiga tahap. Yaitu mulai dari Pertigaan Parung Bingung, Jalan Keadilan dan Tugu Batu Sawangan.
Lebih lanjut ia mengatakan, Jalan Raya Sawangan akan dilebarkan sepanjang 10 KM. Namun terkait anggaran yang diperlukan untuk pelebaran, Faizin mengaku belum tahu.
“Oh belum anggarannya, karena itu kan kalau secara kebutuhan kalau enggak salah sekitar 10 KM ya, totalnya ya. Tapi nanti di spot-spot itu. Tapi Insya Allah dalam tahun ini perencanaannya sudah tuntas,” pungkasnya. (**).













