Jakarta|| Radarpost.id
Musisi asal Kepulauan Aru, Maluku Tenggara, Bryan Zparta kembali menghadirkan karya terbaru. Kali ini, Bryan menggandeng KapthenPureK dan Son Dheztrow dalam lagu “Main Rasa” yang resmi dirilis pada 21 Agustus 2026.
“Main Rasa” menjadi ruang pertemuan tiga karakter musik berbeda. Kolaborasi tersebut membuat warna musikal Bryan terasa lebih dinamis dibandingkan sejumlah rilisan sebelumnya, sekaligus memperluas eksplorasi musik yang selama ini menjadi identitasnya.
Ketiganya memadukan karakter masing-masing ke dalam sebuah karya yang mengangkat pengalaman dan cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perbedaan latar musikal justru menjadi kekuatan utama dalam membangun warna “Main Rasa”.
Bawa Warna Musik Indonesia Timur
Bryan Zparta dikenal konsisten membawa identitas Indonesia Timur ke dalam karya-karyanya. Musisi yang juga dikenal sebagai Bryan Apalem itu menjadikan musik bukan hanya sebagai medium hiburan, tetapi juga sebagai cara memperkenalkan karakter, bahasa, serta perspektif daerah kepada pendengar yang lebih luas.

Lewat “Main Rasa”, pendekatan tersebut kembali terlihat melalui kolaborasi dengan dua musisi lainnya. Pertemuan dengan KapthenPureK dan Son Dheztrow memberikan ruang bagi Bryan untuk mengeksplorasi warna musik yang berbeda tanpa meninggalkan identitas yang selama ini dibangunnya.
Bagi Bryan, kolaborasi menjadi salah satu cara untuk berkembang sekaligus membuka ruang kreatif baru. Pertemuan antarmusisi memungkinkan setiap karakter musik saling melengkapi dan menghasilkan karya dengan pendekatan yang lebih beragam.
Dari Pop Ambon ke Eksplorasi Kolaborasi
Sebelum “Main Rasa”, Bryan Zparta juga dikenal melalui karya-karya yang membawa nuansa pop Ambon dengan cerita seputar cinta, kerinduan, kehilangan, dan harapan.
Salah satu rilisan sebelumnya adalah “Kode Kode Mata”, lagu yang mengangkat kisah tentang isyarat cinta melalui tatapan mata. Lagu tersebut memperlihatkan konsistensi Bryan dalam menggunakan logat Ambon dan cerita yang dekat dengan kehidupan pendengarnya.
Selain “Kode Kode Mata”, Bryan juga telah merilis sejumlah lagu seperti “Di Ujung Jalan”, “Modelele”, dan “Berhenti Berharap”.
Rangkaian karya tersebut memperlihatkan perjalanan musikal Bryan yang terus berkembang. Jika sejumlah karya sebelumnya kuat dengan nuansa pop Ambon dan cerita personal, “Main Rasa” menawarkan pendekatan yang lebih kolaboratif dengan mempertemukan tiga karakter musisi dalam satu karya.
Musik Indonesia Timur dan Era Digital
Kehadiran “Main Rasa” juga menjadi bagian dari semakin terbukanya ruang bagi musisi Indonesia Timur untuk menjangkau pendengar di luar daerah asalnya.
Perkembangan platform digital membuat karya musisi dari berbagai wilayah Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk ditemukan publik. Batas geografis yang sebelumnya menjadi tantangan dalam distribusi musik kini semakin terbuka melalui kanal digital.
Bagi musisi seperti Bryan Zparta, kondisi tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan identitas musik Indonesia Timur kepada audiens nasional sekaligus membangun koneksi baru melalui kolaborasi.
“Main Rasa” kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube Bryan Zparta. Lagu ini menjadi babak baru perjalanan Bryan dalam mengeksplorasi musik sekaligus memperluas warna karya melalui kolaborasi dengan KapthenPureK dan Son Dheztrow.













