Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Pasta Gigi usmile Fresh White & Repair White, Jadi Solusi Lenyapkan Bakteri Bau Mulut & Gigi Sensitif

Makanan diet protein tinggi bisa menyebabkan bau mulut (Ist)

Jakarta||Radarpost.id

Dunia kecantikan wajah lama dikenal dengan istilah skincare rutin, yakni serum, essence, hingga bahan aktif yang menyasar masalah kulit secara spesifik. Kini, pendekatan serupa mulai diterapkan pada rongga mulut. Istilahnya skinification, mengadaptasi cara kerja bahan aktif skincare untuk mengatasi masalah gigi dan gusi secara lebih presisi, bukan sekadar menutupinya.

Pergeseran ini muncul karena masalah lama pada perawatan gigi konvensional: pasta gigi rasa mint hanya menutupi bau mulut sementara, dan produk desensitizing hanya meredakan ngilu tanpa memperbaiki penyebabnya. Padahal, dua masalah ini berdampak nyata pada kehidupan sosial penggunanya.

Data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI mencatat 28,6 persen masyarakat Indonesia pernah mengalami halitosis atau bau mulut. Salah satu pemicunya kombinasi stres dan tren diet tinggi protein yang membuat mulut kering, sehingga sisa makanan tertinggal dan memicu bakteri memproduksi gas Volatile Sulfur Compounds (VSCs) seperti Hidrogen Sulfida (H2S) dan Metil Merkaptan (CH3SH).

Kebutuhan pasar akan solusi yang lebih efektif ini tecermin dari pertumbuhan industrinya. Laporan Mordor Intelligence bertajuk Global Halitosis Market mencatat nilai pasar global produk penanganan bau mulut mencapai USD 14,41 miliar pada 2025, tumbuh 10,5 persen menjadi USD 15,93 miliar pada 2026, dan diproyeksikan menembus USD 26,36 miliar pada 2031.

usmile Indonesia menjadi salah satu merek yang mengusung pendekatan skinification tersebut lewat dua varian, Fresh White dan Repair White.

Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle, menyebut pergeseran ini sebagai bagian dari perubahan cara pandang masyarakat terhadap perawatan gigi. “Kami percaya bahwa perawatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan harian, melainkan bagian dari ritual perawatan diri yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang. Melalui pendekatan oral beauty, usmile berkomitmen untuk terus berinovasi mendefinisikan ulang perawatan gigi agar masyarakat dapat mengekspresikan senyum terbaiknya tanpa rasa khawatir dalam setiap interaksi sosial,” kata Michelle.

Fresh White, yang juga disebut Perfume Toothpaste, mengandalkan Zinc Glycinate untuk mengikat dan menetralisir gas VSCs penyebab bau mulut sejak dari akarnya. Sama seperti eksfoliasi pada perawatan wajah, produk ini juga memakai Enzyme Complex dari Papain (ekstrak pepaya) dan Lysozyme untuk membersihkan noda gigi secara lembut tanpa merusak enamel, sekaligus meninggalkan aroma parfum yang membuat napas tetap segar lebih lama.

Sementara itu, masalah gigi sensitif turut jadi perhatian. Studi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia bersama IQVIA pada 2024 mencatat 62 persen responden kerap mengalami gigi sensitif, dan 86 persen di antaranya cemas merasakan sakit saat makan hingga memilih menghindari acara sosial. Untuk kebutuhan ini, usmile menghadirkan Repair White dengan Hydroxyapatite, mineral yang bekerja secara biomimetik menggantikan fluoride untuk memperbaiki enamel dan menutup tubuli dentin terbuka. Formula ini juga memakai Sodium Hyaluronate (Hyaluronic Acid) dan Allantoin, dua bahan andalan dunia skincare, untuk menghidrasi dan menenangkan jaringan gusi.

Kedua varian bisa didapatkan lewat Official usmile E-commerce Store. Momentum mencobanya makin dekat lewat usmile Super Brand Day pada 28-30 Agustus 2026, dengan harga khusus untuk Fresh White, Repair White, dan lini produk unggulan lainnya, lengkap dengan hadiah eksklusif di setiap pembelian.