Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

POND’S Bright Miracle Runway Debut di JFW 2027, Tiga Label Fesyen Hadirkan Koleksi Spesial

Mengusung tema Transform to Transcend, peragaan busana ini menampilkan karya tiga label fesyen Indonesia, yakni MORAL, Tanah le Saé, dan Christin Wu.(Istimewa )

Jakarta|| Radarpost.id

Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 menghadirkan panggung istimewa melalui debut POND’S Bright Miracle Runway. Mengusung tema Transform to Transcend, peragaan busana ini menampilkan karya tiga label fesyen Indonesia, yakni MORAL, Tanah le Saé, dan Christin Wu.

Digelar di Jakarta pada 31 Oktober 2026, peragaan tersebut mengangkat tema real friendship atau persahabatan sejati sebagai inspirasi dalam memaknai perjalanan dan transformasi perempuan.

Tiga koleksi dengan karakter berbeda diperagakan oleh para Real Glow Muse, yaitu Erika Richardo, Rebecca Klopper, dan Gaby Saputra. Ketiganya tampil membawakan rancangan yang merepresentasikan keberanian perempuan dalam mengekspresikan identitas, menerima perubahan, dan merayakan keunikan diri.

Salah satu koleksi yang mencuri perhatian datang dari MORAL melalui rancangan bertajuk ‘PULANG’. Desainer Andandika Surasetdja memaknai koleksi ini sebagai perjalanan untuk mengenali, menerima, sekaligus merayakan keunikan diri.

Eksplorasi material menjadi salah satu kekuatan koleksi tersebut. Perpaduan organza, tulle, satin, dan denim menghadirkan permainan karakter busana yang menggabungkan kelembutan, transparansi, serta struktur yang lebih tegas.

Koleksi ‘PULANG’ juga terasa spesial berkat kolaborasi dengan Tania Kardin dari label aksesori KAR. Kolaborasi keduanya menghadirkan kreasi bunga anggrek yang menjadi simbol kesabaran, transformasi, dan keindahan.

Andandika mengatakan kolaborasi tersebut memiliki makna tersendiri karena persahabatan dapat menjadi ruang untuk saling menerima dan mendukung.

Melalui koleksi ini, MORAL ingin menggambarkan bahwa perjalanan menemukan jati diri tidak harus dilakukan sendirian. Dukungan orang-orang terdekat dapat menjadi kekuatan untuk terus berkembang.

Sementara itu, Tanah le Saé menghadirkan koleksi ‘The Colour: Purple’ yang terinspirasi dari perpaduan warna merah dan biru. Merah merepresentasikan cinta dan gairah, sedangkan biru menggambarkan kebersamaan serta kepercayaan.

Dua desainer di balik label tersebut, Denniel Richard dan Andika Wiradiputra, memperkenalkan konsep Purple Person. Istilah ini menggambarkan sosok istimewa yang meninggalkan kesan mendalam dalam kehidupan seseorang.

Menariknya, proses kreatif koleksi ini turut melibatkan pemanfaatan material vintage dan kain sisa dari koleksi sebelumnya. Material tersebut diolah kembali menjadi rancangan baru yang memiliki nilai dan makna berbeda.

Denniel dan Andika memandang transformasi bukan sekadar meninggalkan masa lalu atau mengubah identitas, melainkan menemukan makna baru dari pengalaman yang telah dilalui.

Berbeda dari dua label sebelumnya, Christin Wu membawa koleksi ‘Reminiscia’ untuk merayakan perjalanan satu dekade dalam industri fesyen.

Koleksi ini menjadi refleksi perjalanan kreatif sang desainer selama 10 tahun berkarya. Christin menghidupkan kembali siluet dan detail ikonik dengan sentuhan lebih modern.

Melalui ‘Reminiscia’, ia juga mengeksplorasi berbagai elemen, mulai dari motif floral yang berani, mutiara sebagai simbol keindahan abadi, hingga pita yang memberikan kesan lembut dan dinamis.

Koleksi tersebut sekaligus menjadi langkah baru Christin dalam menghadirkan lini busana pertamanya. Ia ingin menunjukkan bahwa pengalaman dan tantangan di masa lalu dapat menjadi fondasi untuk terus berkembang.

Erika Richardo Bicara Kebebasan Berekspresi

Selain koleksi busana, pesan mengenai keberanian perempuan dalam mengekspresikan diri juga disampaikan Erika Richardo sebagai salah satu Real Glow Muse yang tampil di panggung tersebut.

Erika menilai perempuan masih kerap berhadapan dengan ekspektasi lingkungan, termasuk mengenai standar penampilan dan kecantikan.

Menurutnya, setiap perempuan seharusnya memiliki ruang untuk bereksplorasi dan menampilkan karakter dirinya tanpa harus terikat pada penilaian orang lain.

Ia juga menilai dukungan sahabat menjadi salah satu hal penting yang dapat mendorong perempuan lebih percaya diri dalam menghadapi berbagai batasan.

Sementara itu, Brand Manager POND’S, Rahmadina Dwitri Meldi, mengatakan tema Transform to Transcend diangkat untuk merayakan perjalanan transformasi perempuan.

Melalui kolaborasi dengan tiga label fesyen tersebut, POND’S ingin menghadirkan interpretasi berbeda mengenai persahabatan, keberanian, dan proses bertumbuh.

Menurut Meldi, transformasi tidak selalu berkaitan dengan perubahan besar. Konsistensi dalam menjalani proses dan dukungan lingkungan terdekat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan setiap perempuan.

Debut POND’S Bright Miracle Runway di JFW 2027 pun menjadi ruang pertemuan antara fesyen, kreativitas, dan pesan tentang persahabatan. Ketiga label yang tampil membawa perspektif masing-masing dalam menerjemahkan transformasi melalui karya busana.