Jakarta|| Radarpost.id
Tugu Pondok Kopi dibangun sebagai ikon baru di wilayah Kelurahan Pondok Kopi. Pembangunan tugu tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkenalkan sejarah kopi di Indonesia yang dikaitkan dengan wilayah tersebut.
Pembangunan tugu saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. Pemerintah kelurahan menargetkan proses penyelesaian, termasuk pengecatan, dapat rampung pada pekan depan.
“Latar belakang dibangunnya Tugu Pondok Kopi ini, kita ingin memberikan ikon di wilayah Kelurahan Pondok Kopi, bahwa sejarah kopi yang ada di Indonesia ada di Kelurahan Pondok Kopi,” ujar perwakilan pemerintah kelurahan.
Dia mengatakan, pihaknya masih membahas pemilihan warna yang akan digunakan pada bagian tubuh tugu agar tampil lebih menarik dan menjadi daya tarik tersendiri.
“Insyaallah, minggu depan kami akan finishing. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Mudah-mudahan minggu depan sudah selesai, termasuk pengecatan. Kami juga masih berembuk menentukan warna yang bisa membuat tugu ini lebih menarik,” katanya.
Kehadiran Tugu Pondok Kopi diharapkan dapat menjadi kebanggaan masyarakat setempat sekaligus penanda kawasan bagi masyarakat yang melintas, khususnya dari arah Bekasi.
Selain pembangunan tugu, pemerintah kelurahan juga memiliki rencana mengusulkan perubahan nama Stasiun Klender Baru menjadi Stasiun Pondok Kopi.
Usulan tersebut telah disampaikan melalui surat kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI). Perubahan nama stasiun diharapkan dapat semakin memperkuat identitas wilayah Pondok Kopi.
“Harapan kami, masyarakat yang ada di wilayah Pondok Kopi bisa melihat ikon ini. Begitu juga masyarakat dari wilayah Bekasi yang melintas bisa melihat Tugu Pondok Kopi.
Kami juga mohon doanya, karena rencananya ke depan kami sudah bersurat ke KAI untuk mengubah Stasiun Klender Baru menjadi Stasiun Pondok Kopi,” tuturnya.












