Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

“A Manoj Punjabi, Arbani, dan Erika Bagikan Pengalaman Syuting Film Horor Pabrik Gula di Amerika”

banner 120x600

 

JAKARTA || RADARPOST.ID ||Setelah sukses dengan film horor sebelumnya, produser ternama A Manoj Punjabi kembali membawa film Indonesia ke kancah internasional. Kali ini, Pabrik Gula, film horor terbaru produksi MD Pictures, tidak hanya tayang di Indonesia tetapi juga melakukan proses syuting dan pemutaran perdana di Amerika Serikat. Para pemain utama, Arbani Yasiz dan Erika Carlina, mengungkapkan pengalaman pertama mereka menjalani syuting di luar negeri.

Langkah Besar Perfilman Horor Indonesia

Menurut Manoj Punjabi, keputusan membawa Pabrik Gula ke Amerika bukan sekadar ambisi, tetapi strategi untuk mendapatkan pengakuan internasional terhadap film horor Indonesia.

“Saya tidak hanya ingin membawa film ini ke luar negeri untuk diputar, tapi saya mau mendapat exposition dan acknowledgement. Kami serius dengan proyek ini, dari segi produksi, teknologi, hingga distribusi,” ujar Manoj dalam konferensi pers.

Ia juga menekankan bahwa Pabrik Gula memiliki standar produksi tinggi, dengan anggaran di atas rata-rata film horor Indonesia. Langkah ini dilakukan agar film ini bisa bersaing di industri global.

Pengalaman Arbani dan Erika Syuting di Amerika

Bagi Arbani Yasiz dan Erika Carlina, ini adalah pengalaman pertama mereka menjalani syuting film horor di Amerika. Keduanya merasa antusias sekaligus bangga bisa menjadi bagian dari proyek ini.

“Ini pengalaman yang luar biasa. Dari mulai produksi hingga rencana penayangan di Amerika, semuanya terasa spesial. Ini bukan sekadar syuting biasa, kami membawa nama Indonesia ke dunia,” kata Arbani.

Erika pun menambahkan bahwa meskipun syuting di luar negeri menantang, mereka tetap membawa ciri khas horor Indonesia yang kuat.

“Kita tetap menjaga esensi horor khas Indonesia. Walaupun syuting di luar negeri, nuansa mistisnya tetap terasa,” ungkapnya.

Strategi Penayangan: Dua Versi Film dan Pemutaran Perdana

MD Pictures juga menyiapkan strategi unik dalam perilisan film ini. Pabrik Gula akan hadir dalam dua versi, yaitu versi reguler dan versi uncut, yang lebih lengkap dengan adegan yang sebelumnya dipotong untuk kepentingan sensor.

“Banyak adegan yang harus disesuaikan dengan aturan sensor. Tapi bagi yang ingin menikmati cerita secara utuh, bisa menonton versi uncut,” jelas Manoj.

Film ini akan tayang perdana di Indonesia pada 31 Maret 2025, tepat di hari pertama Lebaran. Namun, sebelum itu, film ini akan menggelar premiere eksklusif di Amerika pada 27 Maret 2025, menandai pertama kalinya sebuah film horor Indonesia mendapat pemutaran perdana di sana sebelum rilis domestik.

Para Cast Berkumpul

“Kami ingin terus konsisten membawa film Indonesia ke panggung internasional. Minimal, setiap tahun ada satu film yang bisa kami bawa ke luar negeri,” tambah Manoj.

Masa Depan Film Horor Indonesia di Kancah Global

Keberhasilan film-film horor Indonesia di pasar internasional sebelumnya, seperti KKN di Desa Penari yang sukses besar di Malaysia, menjadi motivasi utama bagi MD Pictures untuk terus mendorong ekspansi global.

“Kami tidak hanya ingin film ini sekadar tayang di luar negeri, tapi benar-benar diakui. Ini bukan proyek coba-coba, tapi langkah serius agar film Indonesia mendapat tempat di kancah internasional,” pungkas Manoj.

Dengan kualitas produksi yang semakin meningkat dan strategi distribusi yang matang, Pabrik Gula diharapkan menjadi salah satu film horor Indonesia yang bisa menembus pasar global. Saksikan Pabrik Gula di bioskop mulai 31 Maret 2025!