Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

APPSBI Kota Depok, Tampil Perdana di CFD Kenalkan Seni Bela Diri Budaya Tradisional

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Asosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kota Depok yang terbentuk sejak 2023, mulai melakukan pengenalan kepada warga masyarakat Kota Depok.

Langkah awal yang dilakukan menampilkan bela diri tradisional di Care Free Day (CFD) jalan margonda Kota Depok, sekaligus menjadi upaya melestarikan seni bela diri tradisional sebagai warisan budaya Daerah.

Puluhan anak anak silat budaya dari Perguruan Silat Maen Tjingkrig Indonesia, dengan berbagai seni budaya silat di Depok Open Space, pada Minggu (31/5/2026).

Sebagai Bendahara APPSBI Kota Depok Hafiz mengatakan, penampilan perdana di area CFD ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa APPSBI mempererat persatuan antar perguruan sekaligus memperkuat eksistensi sebagai seni bela diri khas budaya.

“Alhamdulillah, ini perdana penampilan APPSBI Kota Depok, kami minta ijin ke KORMI untuk diberikan ruang untuk bisa memperkenalkan ke warga Kota Depok,” kata Hafiz.

Hafiz menegaskan bahwa APPSBI merupakan kekayaan budaya bangsa yang memiliki keunikan dan nilai historis tinggi. Ia menegaskan bahwa APPSBI terbuka bagi seluruh perguruan tanpa membedakan latar belakang.

“APPSBI Kota Depok baru kita dirikan pada 2023, kita menghimpun Perguruan silat tradisional, anggota kami sudah mencapai 26 Perguruan se-Kota Depok,” ucap Hafiz.

Pencak silat memang bukan sekadar jurus-jurus bela diri untuk melumpuhkan lawan. Tapi juga merupakan olah mental spiritual dalam gerak seni sehingga mampu menjadi penyelaras jiwa dengan alam semesta dan penciptanya.

Penampilan pencak silat budaya, misalnya menampilkan jurus kipas, mereka juga mahir menggunakan beragam senjata seperti golok, trisula, toya, pisau, pecut, celurit, pacul, dan kujang juga menjadi daya tarik yang berhasil mengundang decak kagum para penonton.

Koreografi yang digunakan juga sangat atraktif dan keren. Permainan pukulan tangan yang super cepat, gerakan saling putar dan membanting lawan pun dilakukan!.

Hafiz yang juga sebagai Ketua Umum Perguruan Silat Maen Tjingkrig, menilai Kota Depok memiliki potensi besar seni budaya silat tradisional, dinilai menjadi modal penting dalam menyiapkan atlet dan pelaku seni bela diri budaya ke depan.

“Pencak silat sebagai warisan budaya menjadi tanggung jawab bersama untuk terus melestarikan dan mengembangkannya mendatang, pencak silat budaya benar-benar menjadi kebanggaan dan identitas asli Kota Depok nantinya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Depok, drg. H. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort, menyampaikan bahwa organisasi APPSBI, perguruan pencak silat budaya berada di Komisi Olahraga Tradisional dan Kreasi Budaya (OTKB) berada di bawah naungan KORMI.

“KORMI memiliki tugas untuk menggali dan membangkitkan olahraga tradisional di daerah. APPSBI adalah identitas budaya yang harus kita jaga dan kembangkan,” terangnya.

“Selama itu berbasis budaya pencak silat, kami terbuka untuk semua. Ini adalah upaya bersama untuk melestarikan warisan budaya bangsa,” ujarnya.

Setiawan menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah program strategis untuk menyongsong ajang olahraga tradisional tersebut.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkenalkan olahraga bela diri tradisional kepada masyarakat luas agar semakin dikenal dan diminati oleh berbagai kalangan.

Selain itu, Langkah ini diharapkan dapat menarik minat para pelajar sejak usia dini sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap olahraga tradisional daerah.

“Kita memperkenalkan beladiri ini ke masyarakat umum. Warga antusias melihatnya kayaknya diminati oleh anak anak dan ibu ibu,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi para atlet untuk menampilkan kemampuan mereka, sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap olahraga tradisional di Kota Depok. (**).