Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Bakti untuk Negeri, Masalah Gigi dan Mulut PDGI Kota Depok Adakan Periksa Gigi Gratis di Launching Posyandu 6 SPM

banner 120x600

Depok || Radarpost.id

Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Kota Depok menggelar pemeriksaan gigi gratis di Launching ke-9 Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kecamatan Beji di Posyandu RW 19, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, pada Selasa (9/6/2026).

Kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyasar pelayanan masyarakat Kota Depok baik masyarakat umum dan pemuda pelajar dan lansia.

Ketua Dewan Penasehat yang saat itu hadir drg. H. Setiawan Witjaksana, Sp.Ort, mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk bakti kepada Kota Depok dari dokter gigi yang tergabung dalam PDGI. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bekerja sama dengan TP. PKK Kota Depok dan Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan Kota Depok.

“Alhamdulillah, kita juga sudah teken MOU sama Tim TP PKK Kota Depok Cing Ikah, di setiap ada Launching Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dari mulai launching pertama sampai saat ini sudah ke-9 di Kemiri muka Kecamatan Beji,” kata Setiawan, saat di temui media radarpost.id, di lokasi.

Menurut drg. Setiawan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengalaman para dokter gigi yang terlibat langsung ke wilayah, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

Setiawan mengatakan, keterlibatan PDGI dalam acara ini sebagai bentuk sumbangsih agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

“Gigi berlubang masih dialami, fakta inilah yang mendorong untuk terus berinovasi agar dapat melindungi gigi anak dan masyarakat Kota Depok lebih baik,” ucapnya.
“Masih banyak anak-anak, ibu-ibu dan lansia yang belum menyikat gigi dengan benar, asal-asalan, dan sekadarnya. Mereka juga belum memiliki kesadaran memeriksakan gigi secara rutin ke dokter gigi,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris PDGI Kota Depok drg. Nia Kurniawati, menilai kolaborasi antara TP. PKK dan Pemerintah, sangat penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gigi dan mulut.

“Pemerintah melalui TP. PKK sudah menunjukkan perhatian besar melalui program pemeriksaan kesehatan gratis yang juga mencakup layanan gigi. Ke depan,” ujar Nia.

Dewan penasehat PDGI Kota Depok drg. Setiawan witjaksana dan pengurus PDGI foto bersama Ketua TP. PKK Kota Depok Cing Ikah, di acara launching Posyandu 6 SMP di Kelurahan Kemirimuka, Kec. Beji. (foto.ist).
“Kita sudah lakukan ratusan warga masyarakat yang cek pemeriksaan gigi gratis, ini sudah ke-9, kita lakukan,” kata Nia.

Nia mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dalam acara acara lain, tentunya ini juga sebagai sosialisasi ke masyarakat bahwa kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan di Kota Depok.

“Masalah yang kita temui dari cek kesehatan gratis ini, yang paling tinggi adalah gigi berlubang, gigi ada yang bolong. Nah masalah kesehatan gigi ini tinggi sekali, terjadi di masyarakat,” ucapnya.

“Dan di akui memang masyarakat kurang perhatian ke kesehatan gigi, padahal ini penting,” lanjutnya lagi.

“Sosialisasi kegiatan ini kami lakukan ke pada masyarakat, agar masyarakat mendapatkan manfaat pada kesehatan gigi dan mulut. Harapannya masyarakat dapat menerapkan edukasi pada kesehariannya sehingga kesehatan gigi dan mulut di Kota Depok meningkat,” katanya.

Hal senada, pengurus PDGI Kota Depok drg. Kurnia Permitasari, juga menyebutkan lebih dari separuh dari yang hadir CKG memiliki masalah pada kesehatan gigi dan mulut, mulai dari gigi berlubang, gigi hilang gigi goyang, hingga gusi turun.

“Kasus yang ditemukan, gigi berlubang, gigi tanggal, hingga radang gusi masih mendominasi, kita bisa rekomendasikan ke RS, Puskesmas bagi yang mengalami masalah ini,” ucapnya dalam acara yang sama.

Menurut Mita, temuan ini menunjukkan masalah kesehatan gigi dan mulut bukan sekadar isu estetika, melainkan berpotensi memicu gangguan kesehatan lain.

Pengurus dan penasehat PDGI Kota Depok usai periksa gigi lakukan foto bersama, dari kiri drg.Nia Kurniawati, drg.Setiawan Witjaksana, drg. Annisa Witjaksana, dan drg.Kurnia Permitasari. (foto.ist).
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini, seperti menyikat gigi dua kali sehari. Rutin memeriksakan gigi setiap enam bulan sekali, membatasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula dan asam, serta memperbanyak konsumsi buah dan sayur.

“Sebenarnya kita sudah tahu untuk kita menuju ke kesehatan gigi yang baik,” imbuhnya lagi. (**).