Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login
Daerah  

Jatim Siapkan 1.100 Beasiswa untuk Mahasiswa dan Santri, Fokus Cetak Generasi Berdaya Saing Global

banner 120x600

Surabaya || Radarpost.id

Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali memperkuat investasi di sektor pendidikan dengan meluncurkan Program Beasiswa Pemprov Jatim Tahun 2026. Program yang dikelola Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur tersebut menyediakan 1.100 kuota beasiswa bagi mahasiswa dan mahasantri dari jenjang sarjana hingga doktor, termasuk program studi di Mesir.

Peluncuran program berlangsung di Gedung Hayam Wuruk, Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Rabu (10/6/2026), dan dihadiri pimpinan perguruan tinggi mitra, pengelola pesantren, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci utama agar Indonesia, khususnya Jawa Timur, mampu mengambil peran dalam perubahan peta peradaban dunia yang kini bergerak ke kawasan Asia.

Menurut Khofifah, negara-negara Asia telah menunjukkan kemampuannya menjadi pusat pertumbuhan baru dunia. Karena itu, Jawa Timur harus menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi global, terutama di bidang sains dan teknologi.

“Perubahan dunia sangat dipengaruhi oleh kualitas SDM. Karena itu penguatan bidang sains, teknologi, rekayasa, ekonomi, dan matematika harus terus didorong, termasuk di lingkungan pesantren,” ujarnya.

Ia menyambut baik langkah LPPD yang mulai memperluas cakupan program beasiswa ke bidang STEM sebagai bagian dari upaya mempercepat lahirnya generasi unggul Jawa Timur. Menurutnya, kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda di masa depan.

Khofifah juga menyoroti keberhasilan Pemprov Jatim membuka akses pendidikan bagi mahasiswa ke Universitas Al-Azhar. Kampus tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mencetak ulama yang menjunjung tinggi nilai moderasi dan toleransi.

Sementara itu, Ketua LPPD Jawa Timur Prof. Halim Subahar menjelaskan bahwa tahun ini program beasiswa melibatkan 64 perguruan tinggi mitra dengan total sasaran 1.100 penerima manfaat.

Kuota tersebut terdiri dari 640 penerima untuk jenjang Sarjana (S1) dan Marhalah Ula, 350 penerima untuk jenjang Magister (S2) dan Marhalah Tsaniah, 80 penerima jenjang Doktor (S3), serta 30 penerima khusus program Magister di Universitas Al-Azhar Kairo.

“Tahun ini kami juga meluncurkan program unggulan baru pada bidang STEI atau Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika sebagai bagian dari penguatan kualitas SDM Jawa Timur,” kata Halim.

Ia menambahkan, program beasiswa yang telah berjalan sejak 2006 tersebut terus berkembang dari tahun ke tahun. Sejak 2019, cakupan program diperluas tidak hanya pada jenjang sarjana, tetapi juga magister, doktor, hingga studi luar negeri.

Halim menyebut hasil program tersebut mulai terlihat nyata. Sejumlah alumni penerima beasiswa doktor kini dipercaya memimpin perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di berbagai daerah. Hingga saat ini, penerima beasiswa doktor telah tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Menurutnya, keberhasilan itu menunjukkan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan pendidikan, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan pemimpin masa depan.

Dengan dukungan 64 perguruan tinggi mitra dan berbagai program afirmasi yang terus diperkuat, Pemprov Jatim berharap beasiswa ini mampu memperluas akses pendidikan bagi kalangan pesantren dan diniyah sekaligus melahirkan generasi unggul yang berdaya saing global, berkarakter kuat, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.