Radarpost.id | Jatinangor, Sumedang – Komandan Sektor (Dansektor) 2 Citarum Harum, Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto, melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Sub 1 Jatinangor, tepatnya di Perumahan Wiska, Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan program pembuatan Lobang Sesa Dapur (Loseda) berjalan dengan baik sebagai salah satu upaya mendukung pengelolaan sampah organik dan pelestarian lingkungan di wilayah Sektor 2 Citarum Harum.
Dalam kunjungan tersebut, Dansektor 2 Citarum Harum didampingi oleh Baops Sektor 2, Dansub 1 Jatinangor beserta anggota, Kepala Desa Sayang, Kepala Dusun, serta Ketua RW 05 yang turut meninjau langsung lokasi pelaksanaan program Loseda.
Di sela-sela peninjauan, Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto menjelaskan bahwa kondisi lingkungan Perumahan Wiska memiliki keterbatasan lahan karena sebagian besar kawasan telah tertutup bangunan maupun jalan yang telah dicor.
“Kami hari ini bersama Kepala Desa Sayang, Kepala Dusun, dan Ketua RW 05 melihat langsung lokasi yang akan dimanfaatkan untuk pembuatan Loseda. Memang kondisi di lingkungan perumahan ini berbeda dengan wilayah lainnya. Hampir seluruh pekarangan dan akses jalan sudah dicor sehingga ruang terbuka sangat terbatas. Oleh karena itu, pemanfaatan fasilitas umum menjadi solusi agar program Loseda tetap dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Dansektor.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan lahan tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat dalam menjaga lingkungan. Menurutnya, setiap wilayah memiliki potensi dan solusi yang dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Yang terpenting adalah adanya kemauan dan komitmen bersama untuk satu program yang berkelanjutan,Program Loseda bukan hanya membuat lubang untuk mengolah sampah organik, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Dengan langkah sederhana ini, volume sampah yang dibuang dapat berkurang dan sampah organik dapat kembali bermanfaat bagi tanah,” ungkapnya.
Kolonel Infanteri Dwi Kristiyanto juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Desa Sayang dan seluruh perangkat kewilayahan yang terus mendorong partisipasi masyarakat dalam menyukseskan program Citarum Harum.
“Saya mengapresiasi Kepala Desa, perangkat desa, Ketua RW, dan seluruh warga yang telah menunjukkan komitmen untuk terus melanjutkan program ini. Keberhasilan Citarum Harum tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga ditentukan oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” katanya.
Selain itu, Ketua RW 05 menyampaikan bahwa warga berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah organik akan diolah melalui Loseda, sedangkan sampah nonorganik akan dipisahkan sehingga memiliki nilai guna dan lebih mudah dikelola.
Dansektor berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi kawasan permukiman lainnya yang memiliki keterbatasan lahan. Menurutnya, dengan inovasi, kolaborasi, dan kepedulian bersama, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan dan kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum.
Melalui kegiatan peninjauan ini, Sektor 2 Citarum Harum kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari melalui berbagai program nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.***













