Depok || Radarpost.id
Indonesia saat ini berada di puncak bonus demografi, di mana jumlah penduduk usia produktif, terutama pemuda, mencapai proporsi tertinggi dalam sejarah.
Kondisi ini menawarkan peluang besar bagi negara, tetapi di sisi lain, juga menghadirkan tantangan bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing mereka.
Menyadari pentingnya hal ini, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata Kota Depok (Disporyata) Kota Depok melalui Bidang Pengembangan Kepemudaan menggelar workshop Peningkatan karakter Pemuda Kota Depok, yang dilaksanakan di Wisma Hijau Kecamatan Cimanggis Kota Depok.
Acara ini mengangkat tema “tema ‘Muda Berkarakter, Hebat Berkarya, Pemuda Depok Maju dan Berdaya Saing” ini dihadiri oleh pemuda Kota Depok yang bersemangat untuk meningkatkan keterampilan dan wawasan mereka.
Mewakili Kadisporyata. Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Disporyata Kota Depok Budi Kipson, menjelaskan bahwa tantangan terbesar pemuda saat ini adalah kesiapan untuk memimpin dan bersaing di berbagai bidang. Pemuda harus mempersiapkan diri agar mampu menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

“Para pemuda bersiap siap untuk membekali dirinya dengan keterampilan karena mahasiswa maupun pemuda harus siap menyambut tombak kegiatan,” ujarnya usai membuka acaranya.
Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini yaitu membangun tali silaturahmi, komunikasi dan interaksi diantara stake holders pembinaan dan komponen kepemudaan.
Mengupayakan pentingnya peningkatan kualitas karakter generasi muda kaitannya dengan posisi dan peran strategis pemuda bagi masa depan bangsa dan negara.
Hal ini juga membuka akses informasi kebijakan pemerintah Kota Depok dalam rangka pemberdayaan dan pembinaan bagi pemuda.
Menurutnya, kesiapan ini bukan hanya tanggung jawab pemuda, tetapi juga perlu didukung oleh berbagai pihak.
Ia menambahkan bahwa peran generasi muda akan semakin penting seiring dengan perkembangan era digitalisasi, dan terus meningkatkan daya saing yang kompetitif.

“Kami generasi tua akan berakhir, pemuda lah yang akan melanjutkan. Artinya regenerasi untuk menggantikan yang tua-tua ini,” ungkap Budi.
Oleh karena itu, pemuda diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan kepemimpinan yang kuat. Selain itu, acara ini memberikan wadah bagi pemuda untuk berinteraksi dengan pemimpin dan profesional dari berbagai bidang.
Para peserta mendapat kesempatan untuk mendengarkan pengalaman dan wawasan dari narasumber, serta berdiskusi mengenai langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghadapi tantangan bonus demografi.
Budi, berharap agar acara ini dapat membekali pemuda Kota Depok dengan pengetahuan yang diperlukan untuk berkembang di era globalisasi.
Selain itu, melalui interaksi dengan para ahli, para pemuda juga diharapkan dapat memperluas jaringan mereka dan mendapatkan inspirasi baru.
“Kami berharap setelah ini, para pemuda akan lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan,” katanya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang bagi Disporyata Kota Depok untuk mendorong kolaborasi antar sektor dalam menciptakan pemuda yang berkualitas.
Dengan dukungan yang terkoordinasi, diharapkan pemuda Kota Depok mampu berperan aktif dalam pembangunan ekonomi dan sosial di masa mendatang, bersama Depok Maju.

Sementara itu Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok, Tomy Wibawa Mukti Sitorus (Bung Tomy Sitorus) mengapresiasi sinergi Pemkot Depok melalui Disporyata dalam memperkuat karakter dan kapasitas pemuda menuju generasi unggul dan berdaya saing.
Bung Tomy Sitorus, menilai program tersebut merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan, termasuk momentum bonus demografi yang harus dikelola melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Atas nama DPD KNPI Kota Depok, kami menyambut positif inisiatif Pemerintah Kota Depok melalui Disporyata. Pendekatan pembinaan karakter dan kedisiplinan ini menjadi langkah konkret dalam menyiapkan pemuda yang tangguh, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujar bung Tomy Sitorus. (**).













