Depok || Radarpost.id
Pemerintah melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, terus menggenjot penyelesaian sisa proyek pembangunan fisik yang ditargetkan rampung pada pertengahan Desember mendatang.
Dari total tujuh proyek yang dikerjakan, satu proyek telah tuntas sepenuhnya hingga tahap tiga, menyisakan enam paket pekerjaan yang kini tengah dipacu progresnya.
Kepala Disrumkim Kota Depok, Adnan Mahyudin, mengatakan dalam upaya mengejar target tersebut, evaluasi dan monitoring rutin dilakukan setiap minggu guna memantau perkembangan peningkatan penyelesaian pekerjaan di lapangan.
“Iya kami optimis seluruh kontrak kerja dapat diselesaikan 100 persen sebelum batas akhir kontrak pada 15 Desember mendatang,” ucap Adnan, Rabu, (28/10/2026).
“Kami selalu melakukan evaluasi dan monitoring setiap minggu untuk memantau progres peningkatan penyelesaian pekerjaan. Mudah-mudahan kami berharap dan optimis sampai dengan habisnya masa kontrak, semua selesai dengan 100 persen,” tambah Adnan.
Dirinya bersama Kabid juga terus menekankan kepada rekanan pihak ketiga agar tetap bekerja sesuai dengan timeline dan rencana kerja yang telah ditetapkan.
“Setiap target mingguan wajib diselesaikan secara konsisten sesuai progres yang telah dijadwalkan,” jelasnya.
Adnan menuturkan, terkait proyek Rumah Batik yang baru dikontrak pada Agustus lalu dan berjalan selama kurang lebih dua bulan, dilaporkan tidak menemui kendala berarti.
Secara keseluruhan, dari berbagai proyek fisik berdurasi rata-rata enam bulan yang sedang berjalan, kondisi di lapangan terpantau lancar dan terkendali.
Pemerintah terus mengintensifkan pengawasan agar seluruh target mingguan dapat tercapai tanpa hambatan berarti hingga tuntas akhir tahun nanti.
Adnan mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan tiap proyek sekaligus memastikan kontraktor bekerja sesuai rencana dan target progres yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Kepala Bidang Tata Bangunan (Disrumkim) Kota Depok Puspita Dewi Maharani, ST menyampaikan, berdasarkan data rekap pembangunan Disrumkim Kota Depok tahun ini, terdapat tujuh proyek yang dikerjakan tahun ini dengan total anggaran sekitar Rp89,3 miliar.
Dari jumlah tersebut, baru proyek Depok Open Space (DOS) senilai Rp5,7 miliar yang dipastikan rampung 100 persen, sedangkan proyek lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Menurutnya, proyek lainnya seperti pembangunan Puskesmas Leuwinanggung, Kecamatan Tapos, telah mencapai 73 persen dengan anggaran Rp7,6 miliar.
Selanjutnya, pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) mencapai 67 persen dari total anggaran Rp17,7 miliar.
Pembangunan Kantor Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, telah mencapai 60 persen dengan anggaran Rp7,2 miliar, disusul pembangunan gedung Polres Metro Depok yang mencapai 55 persen dengan anggaran Rp39,9 miliar.
Adapun pembangunan Puskesmas Pancoranmas baru mencapai 50 persen dengan anggaran Rp7,6 miliar. Sementara itu, Rumah Batik Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Depok dengan anggaran Rp1,6 miliar baru bejalan 21 persen.
Puspita Dewi Maharani mengaku, sejauh ini pelaksanaan pembangunan masih berjalan lancar dan belum menghadapi kendala berarti di lapangan.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan untuk menjaga agar pekerjaan tidak melenceng dari jadwal yang telah ditentukan.
“Untuk sementara ini masih lancar dan tidak terkendala. Mudah-mudahan tidak ada kendala. Ini akan terus kami monitoring dan evaluasi tiap minggu,” tuturnya. (**).












