Cepat dan Akurat Hadirkan Fakta
Login

Dobrak Batas Suhu Ekstrem, Changan Perkenalkan Teknologi Baterai Sodium-Ion

DEEPAL S07 (Ist)
banner 120x600

Yakeshi || Radarpost.id

Produsen otomotif global, Changan Automobile, kembali menunjukkan taringnya dalam peta persaingan kendaraan listrik dunia. Bertempat di Yakeshi, Mongolia Dalam, yang dikenal dengan cuaca dingin ekstremnya, Changan resmi membuka gelaran Global Testing Season 2026 sekaligus memperkenalkan strategi baterai sodium-ion global dan pembaruan sistem kecerdasan Super DNA (SDA).

Langkah ini menandai babak baru dalam evolusi mobilitas listrik, di mana Changan beralih dari sekadar fitur keselamatan pasif menuju stabilisasi kendaraan proaktif yang ditenagai oleh kecerdasan buatan (AI). Di tengah hamparan es Yakeshi, jajaran kendaraan dari merek AVATR, Deepal, hingga seri NEVO diuji untuk membuktikan bahwa teknologi masa depan tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh dalam kondisi alam yang paling tidak terduga.

Salah satu sorotan utama dalam peluncuran ini adalah implementasi baterai sodium-ion. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang sering mengalami penurunan performa saat suhu anjlok, teknologi sodium-ion Changan menunjukkan stabilitas pengosongan daya yang luar biasa. Validasi terus dilakukan bahkan hingga menyentuh suhu di bawah minus 40 derajat Celsius.

Tan Benhong, Chief Brand Officer China Changan Automobile Group, menegaskan komitmen perusahaan untuk membawa teknologi ini ke tangan konsumen dalam waktu dekat. “Dari kondisi ekstrem hingga berkendara sehari-hari — Setiap pencarian batas di Changan pada akhirnya bertujuan untuk melindungi seluruh pengguna kami dalam perjalanan sehari-hari,” kata Mr. Tan.

Keamanan intrinsik baterai ini juga diuji melampaui standar nasional melalui kolaborasi dengan CATL. Dalam serangkaian uji penyalahgunaan ekstrem seperti penghancuran multi-sumbu dan penetrasi bor, sel baterai tetap stabil tanpa mengeluarkan asap, api, apalagi ledakan.

Tak hanya soal daya, Changan juga memamerkan evolusi SDA Intelligence. Teknologi ini dirancang untuk mengambil alih kendali saat situasi kritis muncul di permukaan jalan yang licin. Dalam uji coba langsung, AVATR 12 menunjukkan kemampuan luar biasa dengan melakukan perubahan lajur darurat secara mulus di atas es meskipun ban mengalami pecah mendadak. Hal ini dimungkinkan berkat sistem penggerak listrik terdistribusi yang menjaga trajektori mobil tetap presisi.

Di sisi lain, CHANGAN NEVO Q05 membuktikan keandalan fitur Adaptive Cruise Control (ACC) miliknya. Sensor kendaraan mampu mengidentifikasi hambatan di atas permukaan es yang minim gesekan dan melakukan penghentian darurat yang terkendali, sebuah skenario yang sering kali menjadi momok bagi pengemudi di wilayah bermusim dingin.

Keamanan yang ditawarkan Changan bukanlah hasil simulasi semata. Perusahaan telah menginvestasikan lebih dari 3 miliar Yuan untuk membangun Western Automotive Proving Ground. Fasilitas seluas 2,33 kilometer persegi ini memiliki 70 jenis permukaan jalan khusus dengan total jarak uji tahunan mencapai 20 juta kilometer—setara dengan mengelilingi bumi sebanyak 500 kali.

Secara digital, Changan SDA Lab juga menjalankan lebih dari 400.000 skenario simulasi virtual setiap harinya. Pendekatan “validasi terlebih dahulu” ini memastikan bahwa setiap unit yang sampai ke tangan konsumen telah lulus dari tempaan laboratorium dan medan nyata yang paling berat.

Ekspedisi Global Testing Season 2026 tidak berhenti di Mongolia Dalam. Changan berencana membawa unit ujinya ke berbagai belahan dunia, mulai dari Asia Tenggara untuk menguji ketahanan terhadap kelembapan tinggi, Pegunungan Alpen di Eropa untuk penyetelan sasis di dataran tinggi, hingga perjalanan lintas negara bagian di Meksiko untuk menguji keandalan jarak jauh. Langkah agresif ini mempertegas ambisi Changan untuk menghadirkan kendaraan yang andal bagi pengguna di seluruh dunia, tanpa peduli seberapa ekstrem lingkungannya.